PANDEGLANG – Bupati Irna Narulita mengajak kepada semua warga untuk menyembelih atau menghilangkan perilaku buruk. Tindakan itu, kata dia, harus dilakukan, agar terhindar dari perpecahan atau perselisihan antar sesama.
Menurut Irna, masyarakat harus bisa mengambil hikmah dalam perayaan Hari Raya Kurban, agar bisa lebih peduli terhadap sesama dan saling mengingatkan untuk berbuat kebajikan. “Perayaan Idul Adha menunjukkan bagaimana seorang muslim harus lebih cinta dan lebih taat kepada Allah dibandingkan dengan apapun juga, bahkan jiwa. Perintah menyembelih hewan kurban dapat diartikan bahwa kita harus menyembelih semua perilaku buruk kita, menyembelih kemalasan dan kekufuran kita”, katanya usai salah Id di Masjid Agung Ar-Rahman, Minggu (11/8).
Hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Pery Hasanudin, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dandim 0601 Pandeglang Deny Juwon Pranata, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono, dan anggota DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah.
Irna mengatakan, perintah menyembelih kurban dimulai pada zaman Nabi Ibrahim as. Tujuannya, kata dia, agar manusia bisa berbuat ikhlas dan tidak diperbudak duniawi. “Semua umat muslim harus selalu sering membaca kisah Nabi Ibrahim as yang dengan penuh ketakwaan dan keihklasan untuk menjalankan perintah menyembelih putranya sendiri yaitu Nabi Ismail as. Tetapi kemudian, Allah menggantikan Nabi Ismail as dengan seekor kambing yang gemuk untuk disembelih, Allah hanya ingin menguji bagaimana keimanan seorang hambanya,” katanya.
Di tempat yang sama, Sekda Pemkab Pandeglang Pery Hasanudin menyebutkan bahwa daging kurban yang dikelola Pemkab, langsung didistribusikan ke beberapa lokasi yang dinilai layak untuk mendapatkan. “Kami telah menyalurkan sejak hari Jumat dan Sabtu lalu, ke beberapa pondok pesantren dan lembaga keagamaan. Dengan ini mudah-mudahan penyebaran hewan kurban bisa lebih merata,” katanya.
Pery meminta kepada masyarakat yang menerima daging kurban tidak perlu khawatir akan kebersihan dan kehalalan hewan yang disembelih tersebut.
Oleh karena, kata Pery semua tahapan penyembelihan hewan kurban itu dilakukan sesuai syariat agama. “Terkait pemanfaatan RPH (Rumah Potong Hewan) untuk penyembelihan hewan kurban, kemarin-kemarin kami sudah menguji dan sudah ada beberapa RPH yang layak. Jadi kepada panitia hewan kurban bisa memanfaatkan RPH tersebut,” katanya.
Diketahui, tahun ini ada sebanyak lima ekor sapi dan 49 ekor kambing kurban yang disembelih, Minggu (11/8). Hewan-hewan itu berasal dari Bupati Pandeglang Irna Narulita dengan berkurban tiga ekor sapi, bank BRI Pandeglang dan PT CSD dua ekor sapi. Sedangkan 49 ekor kambing, berasal dari para OPD, BUMD dan instansi lainnya. (dib/zis)











