Sepertinya memang sial nasib Indun (36), nama samaran, tergoda rayuan gombal lelaki yang mengaku duda padahal masih berstatus suami orang, sebut saja Kodir (49). Indun kehilangan pekerjaan sebagai guru SMP karena ada yang mengadu kepada pihak sekolah. Kini Indun pun menganggur.
Indun merupakan warga Kecamatan Leuwidamar, Lebak. Sebelumnya Indun mencurahkan isi hatinya melalui akun Instagram Radar Banten. Komunikasi pun berlanjut melalui sambungan telepon seluler. Peristiwa itu terjadi setahun lalu.
Indun mengaku sudah bekerja sebagai guru selama lima tahun lebih. Selama bekerja, Indun tidak pernah membuat masalah dengan siapa pun, justru banyak guru-guru yang senang kepadanya karena ramah dan bekerja keras. “Saya juga enggak pernah mengeluh soal gaji, ikhlas malah ngajar di sana,” kata Indun.
Diceritakan Indun, pertemuannya dengan Kodir bermula di depan sekolah saat Indun pulang mengajar. Kodir yang masih berseragam karyawan pabrik, menawarkan tumpangan di motornya. Karena jalan becek setelah diguyur hujan, Indun pun tidak menolak. “Dia ngaku sudah lama duda,” kata Indun.
Setelah sampai di depan rumah, Kodir meminta nomor telepon Indun. Sejak itu komunikasi mereka terjalin intens, bahkan beberapa kali keduanya jalan berdua ke pusat kota sambil makan malam. “Kita saling cerita latar belakang masing-masing, termasuk tentang perceraian dia sama istrinya,” ungkap Indun.
Kata Indun, Kodir bertubuh tinggi dan ideal. Hidungnya mancung, matanya tajam. Kodir lelaki yang lembut, baik dalam berbicara maupun bersikap. Hal itulah yang membuat Indun nyaman. Meski duda, tapi Indun suka.
Indun wanita cantik. Meski postur tubuhnya kecil, tetapi penampilan Indun selalu terlihat menggoda karena lekuk tubuhnya yang aduhai. Apalagi Indun gemar mengenakan jeans dan kaus ala-ala anak muda zaman sekarang. Wah, pokoknya gaul abis deh.
“Saya sih menyesuaikan saja, kalau di sekolah kan harus rapi, waktunya di rumah mah ya kan bebas tapi sopan,” katanya.
Mendengar kisah hidup Kodir, membuat Indun simpati dan semakin nyaman. Hubungan mereka semakin dekat seperti remaja yang sedang dimabuk cinta. Bahkan, sikap perhatian pun mulai muncul di antara keduanya. Wah, sudah ngapain saja sama Kang Kodir?
“Enggak ngapai-ngapain kok, paling cuma pegangan tangan mah biasa kan?” kata Indun.
Suatu hari, Indun mendapat telepon dari nomor yang tidak kenal. Ketika diangkat, Indun dicaci-maki oleh wanita yang mengaku istri Kodir. Indun kebingungan, lekas ia menghubungi Kodir, tetapi tidak pernah diangkat, pesan singkat pun tidak dibalas. “Saya mulai panik tuh, takut dilabrak,” kata Indun.
Karena takut, keesokan harinya Indun memilih tidak mengajar dengan alasan sakit. Benar saja, pihak sekolah mengabarkan jika ada seorang wanita yang mencarinya. Indun mencoba bersikap tenang seolah tidak terjadi apa-apa. “Saya mikirnya kan memang enggak salah, kalaupun Kang Kodir sudah punya istri, ya saya enggak tahu,” kata Indun mencoba membela diri.
Sebulan kemudian, Indun mendapat surat dari sekolah untuk diistirahatkan dan tidak mengajar selama satu semester. Entah apa yang terjadi, Indun mencoba menerima kenyataan. Setelah satu semester berlalu dan Indun menanyakan kapan ia bisa aktif mengajar lagi, tetapi Indun tidak mendapat jawaban pasti.
“Masa depan saya jadi menggantung gini,” keluhnya.
Indun mencoba menghubungi Kodir, tetapi nomornya pun sudah tidak aktif. Kini Indun sedang sibuk menyebar lamaran pekerjaan. Indun mulai belajar kalau jangan mudah percaya dan jatuh cinta kepada lelaki yang baru kenal. “Semoga jodoh saya lelaki baik-baik yang bisa bikin masa depan saya indah,” harapnya.
Ya ampun, sabar ya Teh Indun. Semoga segera mendapat jodoh dan hidup bahagia. Amin. (mg06/zee/ira)









