CILEGON – Kebakaran TPSA Bagendung di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon terbakar lagi menarik perhatian Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman dan Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Sihabudin Syibli. Keduanya meninjau secara langsung kondisi TPSA Bagendung usai menggelar rapat paripurna, Senin (19/8).
Kata Fakih, pemerintah harus secepat mungkin menuntaskan kebakaran itu agar tidak menimbulkan dampak bahaya bagi masyarakat yang berada di sekitar TPSA. “Ini kan yang paling mengancam itu kesehatan, penyakit ISPA,” ujar Fakih.
Fakih berharap selain berupaya memadamkan api, pemerintah pun melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyiagakan tenaga kesehatan atau memberikan bantuan yang bisa mengatisipasi penyebaran penyakit akibat kebakaran tersebut.
Ia melanjutkan, salah satu faktor lambatnya penanganan api adalah pasokan air, karena itu, politikus Partai Golkar tersebut berharap seluruh pihak swasta yang bergerak di bidang air mau membantu pemerintah dengan memberikan pasokan air.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Sihabudin Syibli menuturkan, penanganan kebakaran tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua unit mobil pemadam kebakaran saja. Selain itu, penanganan tidak bisa dilakukan secara bergantian, melainkan serentak di seluruh titik api.
“10 mobil pemadam sekaligus menyemprot, jangan ganti-gantian, nanti karena angin atau apa api muncul lagi, lama selesainya,” ujarnya.
Jika pemerintah terhalang oleh kendisi jumlah kendaraan yang dimiliki Damkar, maka pemerintah bisa meminta pertolongan pada industri dan juga pemerintah kabupaten kota lain yang ada di sekitar Kota Cilegon.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai tidak menjadi soal pemerintah kota meminta bantuan ke pemerintah daerah lainnya. “Agar apa? Agar apinya cepat padam dan tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Sihab.
Peristiwa yang terjadi kali ini diharapkan Sihab menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk bisa mengatisipasi hal tersebut tidak kembali terjadi. Pemerintah harus bisa membuat regulasi atau standar prosedur yang bisa meminimalisiri potensi terjadi musibah kebakaran tersebut. (Bayu Mulyana)









