SERANG – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko mengajak masyarakat untuk investasi syariah Sukuk Tabungan Seri 005.
Dalam kaitan itu, Kemenkeu melakukan edukasi dan sosialisasi Investasi Cinta Negeri Sukuk Tabungan Seri 005 yang berlangsung di Lantai IV Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Banten, Jumat (16/8).
Kanwil DJKN Provinsi Banten Nuning Sri Rejeki Wulandari mengatakan, pemerintah membuka penawaran Sukuk 005 yang merupakan investasi syariah dan ditawarkan kepada individu. “Produk investasi ini tentu aman karena jaminannya aset negara,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk pembelian sukuk tabungan ini sangat mudah karena dilakukan secara online bersama mitra distribusi yang terdaftar. Untuk pembelian minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar dengan waktu 2 tahun. Penawaran ini dilakukan mulai 8 – 21 Agustus. “Selain itu, imbalan hasilnya juga di atas deposito yakni 7,4 persen,” katanya.
Ia mengungkapkan, penawaran sukuk tabungan ini untuk mengajak masyarakat agar gemar investasi karena mudah dan hasil imbalannya juga lumayan.
Perwakilan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Ihda Muktiyanto mengatakan, Sukuk Tabungan Seri 005 ini bisa menjadi salah satu pilihan investasi bagi masyarakat. Ini juga sebagai upaya merencanakan keuangan baik para investor dengan jangka waktu hanya dua tahun. “Penawaran ini akan berlangsung hingga 21 Agustus mendatang,” katanya.
Menurutnya, selama penawaran ini, Kemenkeu menargetkan bisa mengumpulkan dana sekitar Rp2 triliun. Hingga Jumat (16/8), sekitar 50 persen sudah terkumpul dan mudah-mudahan di waktu yang tersisa bisa tercapai targetnya. “Masih ada waktu tiga hari,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, dengan kemudahan teknologi semakin banyak masyarakat yang mengetahui produk ini. Kini banyak diminati kaum milenial karena nilai pemesanannya yang terjangkau mulai dari Rp1 juta. “Kalau dari jumlah investor kebanyakan kaum milenial, tetapi kalau nilai yang diinvestasikan tetap para pengusaha dan lainnya,” ungkapnya. (skn/aas)









