LEBAK – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lebak Eti Dede Jaelani mengklaim, dalam penyusunan program organisasinya selalu mengutamakan kepentingan publik.
Hal itu, kata dia, terbukti dengan dijadikannya DWP sebagai organisasi yang memiliki arti penting dalam pembangunan di Lebak.
“DWP akan terus mempertajam skala prioritas yang menyentuh kepentingan masyarakat luas dan mampu menunjukan eksistensinya sebagai organisasi yang lebih mandiri,” kata Eti usai menghadiri rapat kerja daerah (rakerda) evaluasi pelaksanaan program kerja DWP Kabupaten Lebak tahun 2018 dan rencana program kerja Tahun 2019 di gedung PKK, Pemkab Lebak, Rabu (28/8).
Eti menjelaskan, raker DWP bertujuan untuk menyamakan persepsi program kerja yang telah dan akan dilaksanakan di tahun berikutnya, melalui kesekretariatan, program kerja bidang pendidikan, bidang sosial budaya dan bidang ekonomi. Kesamaan persepsi dalam program kegiatan itu, lanjutnya, sangat dibutuhkan untuk menjamin terciptanya kegiatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat Lebak.
“Kegiatan DWP saat ini berperan penting membantu pemerintah daerah Lebak dalam pencapaian visi misinya yakni menjadikan Lebak sebagai destinasi wisata nasional berbasis potensi lokal,” ujar Eti.
Kata dia, salah satu program yang akan dibahas dalam kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi agar tercapainya sasaran kerja DWP dalam melakukan kegiatan di masyarakat. “Kami berharap para anggota DWP Lebak, bersama-sama turut serta dalam menyukseskan visi pemerintah daerah menjadikan Lebak sebagai destinasi wisata nasional berbasis potensi lokal salah satunya dengan terus mempromosikan destinasi wisata yang ada di Lebak,” ungkap Eti.
Sekda Pemkab Lebak Dede Jaelani mengatakan, DWP harus bisa berperan aktif dalam mengatasi permasalahan-permasalahan di era globalisasi. “Saya juga mengharapkan agar DWP dan organisasi wanita lainnya lebih meningkatkan eksistensi dan perannya sebagai sektor kehidupan, terutama memperkuat posisi tawar dalam aktivitasnya di sektor publik,” katanya.
Dede berharap para peserta dapat berperan aktif dalam memberikan masukan, baik berupa permasalahan maupun usul saran agar forum ini mampu merekomendasikan program yang berarti untuk pembangunan dan yang berpihak kepada masyarakat.
“DWP diharapkan menjadi salah satu wahana silaturahmi dan media untuk merumuskan keputusan-keputusan strategis,” katanya. (nce/zis)






