LEBAK – Wawan, siswa kelas V SDN 2 Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Rabu (28/8) pukul 16.00 WIB, tenggelam. Kurang dari setengah jam, jasad korban berhasil ditemukan warga tidak jauh dari lokasi korban hanyut.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, sebelum tenggelam korban bermain di tepi sungai Ciujung bersama rekan-rekannya. Tidak lama kemudian, Wawan jatuh ke sungai dan meminta tolong kepada temannya.
Namun, teman-teman korban ketakutan dan lari ke bantaran sungai untuk meminta pertolongan masyarakat. Tidak lama kemudian warga berdatangan dan langsung mencari jasad korban di lokasi tenggelam.
Kepala Desa (kades) Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar Malik menyatakan, korban sebelumnya sudah terbiasa mandi di sungai Ciujung. Usai pulang bermain, dia dan rekan-rekannya sering mandi di sungai.
Saat itu, mungkin korban menduga sungai tersebut dangkal, tetapi yang didapat sebaliknya. Oleh karena tidak bisa berenang, siswa SD kelas V itu pun tenggelam, hingga ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
“Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelam. Sekarang jasadnya disemayamkan di rumah duka, di Kampung Solokan,” kata Malik kepada Radar Banten, Rabu (28/8).
Kelurga korban berencana akan memakamkan siswa kelas V SDN 2 Cilangkap, pada Kamis (29/8) ini. Pihak keluarga pasrah dengan musibah yang menimpa anaknya laki-lakinya itu.
“Kelurga tidak ingin jasad anaknya diautopsi, karena apa yang menimpa anaknya dianggap sebagai musibah,” ungkapnya.
Malik mengaku, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Rangkasbitung dan Pemerintah Kecamatan Kalanganyar. Pihak kepolisian telah datang ke rumah duka dan memintai keterangan saksi mata di lokasi tenggelam.
“Anggota Polsek Rangkasbitung sudah di rumah duka. Mereka meminta keterangan saksi dan rekan korban,” jelasnya.
Kapolsek Rangkasbitung AKP Ugum Taryana membenarkan, adanya seorang siswa SD tenggelam di sungai Ciujung, Kampung Solokan, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar. Namun, kata dia, jasad korban telah ditemukan tidak lama setelah dia tenggelam.
“Informasi dari saksi, korban diduga tidak bisa berenang. Dia masuk ke sungai yang dalam dan langsung tenggelam. Rekan-rekannya kemudian meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar,” terangnya.
Taryana mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk waspada. Para orangtua diharapkan dapat mengawasi anak-anaknya yang bermain di tepi sungai, agar tidak terkena musibah.
“Pengawasan orangtua terhadap anak-anaknya harus ditingkatkan. Jangan biarkan anak berenang di sungai tanpa pengawasan,” katanya. (tur/zis)








