TANGERANG – Siti Jubaidah, warga RT07/RW04 Kelurahan Neglasari memutuskan mundur dari kepesertaan keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Soalnya, dia merasa malu, tembok rumahnya dilabeli “Keluarga Miskin” dengan cat semprot.
Itu terjadi Selasa (3/9) saat Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang beserta petugas Program Keluarga Harapan dan jajaran Kecamatan Neglasari melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kepada tiga keluarga penerima bantuan PKH di wilayah Kecamatan Neglasari.
Pantauan Radar Banten, tim gabungan mengawali sidak di salah satu di Kelurahan Mekarsari. Saat didatangi rumah dalam keadaan layak, karena telah menerima bantuan bedah rumah dari Pemkot Tangerang. Selanjutnya, petugas melabeli rumah tersebut dengan tulisan “keluarga miskin” di tembok rumah tersebut.
Petugas melanjutkan ke rumah kedua yang juga berada di Kelurahan Mekarsari, penerima bantuan dari Kemensos itu memiliki rumah dua lantai dan mempunyai usaha penyewaan mobil. Namun, ia tetap keukeuh menerima bantuan tersebut dan petugas gabungan mengecat rumahnya.
Sementara di rumah ketiga yang merupakan kediaman Siti Jubaidah, menolak rumahnya dilabeli “keluarga miskin” dan memutuskan untuk mundur alias tidak menerima bantuan PKH. Perempuan yang mempunyai kontrakan tiga pintu itu, bahkan menandatangani pernyataan dirinya ingin berhenti menerima bantuan PKH dan BPNT.
Siti Jubaidah mengatakan, awal ia menerima program bantuan tersebut sejak 2016 lalu. Meski demikan ia mengaku tidak pernah mengajukan bantuan tersebut. Saya data itu enggak tahu, saya tahunya dapat saja. Saya juga kan tidak mengajukan,” katanya kepada awak media, Selasa (3/9).
Ia juga mengaku malu lantaran rumahnya didatangi petugas Dinsos, PKH dan Kecamatan Neglasari. “Saya malu, masa diserbu begini,” ungkapnya kepada tim gabungan.
Camat Neglasari, Ubaidillah Ansar mengatakan, data penerima PKH di kecamatannya ada sebanyak 6.304 kepala keluarga (KK). Terdiri dari warga Karang Anyar sebanyak 642 KK, Karangsari 1.191 KK, Kedaung baru 672 (KK), Kedaung Wetan 1.120 (KK), Mekarsari 426 (KK), Neglasari 1.180 KK dan Selapajang 1.073 KK.
“Bu Jubaidah dengan kesadaran dirinya tidak ingin menerima bantuan kembali dengan ditandatanganinya surat pernyataan. Tinggal kita akan sisir secara keseluruhan mana yang tepat sasaran dan yang tidak tepat sasaran se-Kecamatan Neglasari,” katanya.
Ia berharap bantuan PKH jatuh pada orang yang tepat menerimanya. Untuk Siti Jubaidah, Ubaidillah mengaku tidak menyalahkannya, lantaran ia hanya menerima bantuan dan tidak mengajukannya. “Ke depan semoga penerima bantuan yang kurang tepat sasaran dengan kesadaran diri melapor untuk menghentikan bantuannya. Kami akan running ke bawah untuk menyelesaikan semuanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinsos Suli Rosadi mengatakan, pihaknya akan menginvestigasi kembali penerima bantuan PKH di Kota Tangerang. “Tim PKH punya hak untuk menghentikan bantuan, kami akan menginvestigasi sejauh mana kelayakan penerima bantuan. Kami memulai awal dari Kecamatan Neglasari dan ke depan semua kecamatan akan bergerak,” ungkapnya. (one/asp)







