TANGERANG – Sehari pasca PDIP membuka penjaringan terbuka, Senin (9/9), dua bakal calon walikota Tangsel langsung mengambil formulir. Pertama Tubagus Rahmad Suhendar, Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran RI (BPI KPNPA RI). Lalu, Siti Nur Azizah, puteri Wapres terpilih KH Ma’ruf Amin.
Ketua tim penjaringan Suhari Wicaksono yang dihubungi semalam (9/9) mengatakan, Rahmad Suhendar datang ke sekretariat DPC PDIP Kota Tangsel di kawasan Graha Raya Bintaro sekira pukul 09.00 WIB. Rahmad Suhendar tidak sendiri. Dia bersama istri dan sejumlah tim suksesnya. Sementara, Siti Nur Azizah diwakili Ismedi Hasan dengan sejumlah tim suksesnya.
Menurut Suhari, penjaringan ini sebagai salah satu instrumen demokrasi dan mekanisme kontrol publik dalam penyelenggaraan pemerintahan harus berjalan transparan. “Semangat dan keyakinan inilah yang mendasari DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tangsel melakukan penjaringan bakal calon Walikota dan calon Wakil Walikota Tangsel,” jelasnya.
Kota Tangsel sebagai daerah yang berkembang cepat, membutuhkan sosok yang tidak hanya visioner, memiliki integritas dan berpihak kepada rakyat kecil. Namun juga mampu membawa Tangsel memiliki kualitas Sumber Daya Manusia yang unggul. “Tangguh dan mampu berkiprah menghadapi persaingan di era Revolusi Industri 4.0. Nah, Tim Penjaringan ini akan mencari potensi-potensi pemimpin putera-puteri daerah untuk mewakili aspirasi dari daerah tersebut,” tandasnya.
Masih kata Suhari, PDIP sebagai partai wong cilik dan Marhaen, keberpihakan jelas kepada rakyat, komitmen terhadap demokrasi dan NKRI ditunjukkan untuk melawan politik identitas. “Merawat republik yang berkebhinekaan, berketuhanan yang berprikemanusiaan untuk keadilan sosial adalah komitmen abadi PDI Perjuangan,” ungkapnya.
Sementara Ketua DPC PDIP Tangsel Wanto Sugito menjelaskan, penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota akan ditutup 17 September mendatang hingga pukul 24.00 WIB. Selama proses penjaringan, bakal calon yang mendaftar tidak dipungut biaya. Wanto berharap, penjaringan ini dapat menjembatani antara partai dengan masyarakat untuk bersinergi melakukan pembangunan di Kota Tangsel.
“Dengan ini, PDI Perjuangan juga ingin selalu memastikan bahwa proses pemilihan kepala daerah sebagai instrumen demokrasi berjalan transparan, dan akuntabel dengan dibukanya pendaftaran calon Walikota dan Wakil Walikota ini,” kata pria yang disapa Klutuk ini. (asp)









