Pemdes Saga Juga Buka Pelatihan Pengelasan dan Peternakan
BALARAJA – Sepak bola merupakan olahraga yang dicintai semua kalangan masyarakat di Indonesia, salah satunya warga Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Bahkan sepak bola dijadikan salah satu program pemberdayaan untuk para pemudanya lewat hadirnya klub sepak bola desa.
Hal itu dikatakan Sekretaris Desa Saga Dadang saat ditemui di kantornya, Rabu (23/10). Dadang menjelaskan pemberdayaan sepak bola di desanya mulai berlangsung sejak 2018 lalu, dan mulai giat di 2019. “Alhamdulillah para pemuda antusias dan semangat ikut sepak bola. Ini merupakan salah satu program pembinaan pemuda lewat olahraga,” katanya.
Dia menambahkan, saat ini ada sekira 30 pemuda yang terdaftar, mulai dari usia 10 hingga 17 tahun dan terbuka umum. “Kalau usia 10 sampai 17 tahun memang sengaja kami ambil untuk membentuk keterampilan dan prestasi sejak usia muda. Sehingga Desa Saga ke depan mempunyai bibit sepak bola unggul yang siap berkompetisi baik tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Soal prestasi, klub sepak bola milik Desa Saga sudah langganan juara diberbagai lomba antar desa dan kecamatan. Terbaru, menjadi juara pertama dipertandingan open Kecamatan Panongan pada Agustus lalu. “Minggu ini kami bakal tanding putaran ke dua, dan sejauh ini persiapan juga sudah maksimal. Semoga bisa juara lagi,” ungkap Dadang.
Selain prestasi, tujuan adanya pemberdayaan sepak bola agar para pemuda memiliki kegiatan positif, sehingga mencegah mereka dari perbuatan negatif seperti bahaya narkoba. Terlebih, diakui bahwa di desanya masih banyak pemuda yang menganggur dengan jumlah sekira 200 orang. Baik lulusan sekolah menengah atas (SMA) atau pun yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Jadi adanya sepak bola, pemuda punya kegiatan positif.
Soal pemberdayaan lainnya, kata Dadang, ada pelatihan pengelasan, perbengkelan dan peternakan. Tetapi di sisi lain, lanjut Dadang, saat ini pihaknya sedang berupaya meminta untuk pengadaan sekolah menengah pertama (SMP). Hal itu, lantaran saat ini hanya ada satu SMP dan belum bisa menampung kuota lulusan dari sekolah dasar (SD).
Untuk saat ini pihaknya sudah mengajukan untuk pengadaan SMP negeri baru dan sudah menyiapkan lahannya. Ada 4.500 meter persegi yang sudah diajukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. “Semoga bisa terealisasi dan bisa memenuhi permintaan dari warga yang ingin anaknya masuk di sekolah negeri,” tutup Dadang. (pem/rb/adm)








