SERANG – Polres Serang bakal mengerahkan 786 personel untuk melakukan pengamanan pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak. Pengamanan itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat pelaksanaan pilkades.
Sekadar diketahui, sebanyak 150 desa di Kabupaten Serang akan menggelar pilkades secara serentak pada 3 November 2019. Pelaksanaan pilkades sudah masuk dalam tahapan penetapan bakal calon menjadi calon.
Kepala Kepolisian Resort (Polres) Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Gunawan mengatakan, dari 150 peserta pilkades, ada 76 desa di antaranya yang masuk wilayah hukumnya. Sebanyak 76 desa itu berada di 16 kecamatan.
“Kita sudah pembekalan untuk pengamanan di pilkades,” katanya kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Rabu (23/10).
Indra mengatakan, pelaksanaan pilkades di 76 desa itu akan dikawal 786 personel keamanan. Sebanyak 474 personel disebar ke tempat pemungutan suara (TPS) bersama 152 petugas perlindungan masyarakat (linmas). “Kemudian juga BKO (bantuan kendali operasi-red) dari TNI, Brimob, dan Sabhara sebanyak 160 personel,” ujarnya.
Pihaknya juga mengaku, sudah memetakan titik rawan pelaksanaan pilkades. Salah satunya, wilayah yang sulit dijangkau, yakni Pulau Tunda di Kecamatan Tirtayasa. Karena itu, pihaknya akan melakukan perhatian khusus pada wilayah rawan tersebut. “Rawan karena jaraknya jauh, berada di pulau wilayah perairan,” ucapnya.
Sementara itu, meskipun penetapan calon kepala desa sudah dilakukan oleh masing-masing panitia tingkat desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang mengaku belum menerima data seluruh calon kepala desa. Jumlah calon kepala desa masih dalam proses input.
Kepala Bidang Pemerintah Desa pada DPMD Kabupaten Serang Heni Suhaeri mengatakan, pihaknya baru menerima sebagian data calon kades. Sementara, masih ada desa yang belum menginput datanya. “Jumlah calon kades masih dalam proses input, belum semuanya,” katanya. (jek/zee/ira)







