TANGERANG –Pertanian menjadi potensi yang dibanggakan Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Pasalnya di tengah musim kemarau saat ini, hektaran sawah yang ada masih berwarna hijau dan produktif. Hal itu tak luput dari peran 100 orang yang tergabung dalam kelompok tani dengan melakukan banyak kegiatan secara mandiri, yakni mulai dari tanam padi hingga melakukan pertanaman campuran (tumpang sari-red).
Penjabat Sementara Kepala Desa Gembong Endang Suherman mengatakan, dari 100 orang tersebut terbagi tiga kelompok petani yakni di Kampung Ampel, Kampung Sukamantri dan Kampung Bojong Pondong. “Para petani ini telah membanggakan desa karena produk hasil garapannya bisa tembus pasar nasional. Untuk itu harus terus dilakukan pembinaan ke depan,” katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (22/10).
Endang menjelaskan, selain padi kelompok petani di desa berpenduduk 13.863 jiwa tersebut juga mengandalkan tanaman sayuran mulai dari bayam ungu dan hijau, kacang panjang, jagung, dan cabai. Hasil panen tak lantas dijual begitu saja, namun mereka menggunakan packing kemasan. Sehingga secara kualitas terjaga. “Ini yang membuat pasaran penjualannya bisa sampai pasar nasional. Tentu sebagai Pemdes bangga,” jelasnya.
Untuk itu Endang sangat mengapresiasi semangat para kelompok petani tersebut, terutama pada kelompok mitra tani. Dimana mereka mengembangkan pertaniannya secara mandiri, tanpa mengandalkan bantuan dari pemerintah desa. Untuk itu ke depan pihaknya akan membantu memasarkan hasil pertaniannya melalui Bumdes.
Selain sektor pertanian, desa hasil pemekaran dari Desa Cangkudu sekira pada 1980 lalu itu juga memiliki potensi dibidang usaha kerajinan. Salah satunya adalah kerajinan rotan yang dibuat menjadi barang-barang rumah tangga.
Desa Gembong juga memiliki Bumdes yang dibentuk pada 2015 lalu dengan mengelola pasar desa yakni Pasar Gembong. Adanya pasar tersebut, kata Endang, menjadi sumber pendapatan asli desa (PADes). Untuk PADes yang masuk setiap bulannya berkisar Rp5 hingga Rp15 jutaan.
“Saya berharap, pada kepala desa terpilih nanti bisa mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki terutama pertanian dan usaha. Terlebih pasar desa, harus benar-benar dikelola dengan baik sehingga bisa meningkatkan PADes lebih baik,” pungkasnya. (pem/rb/adm)








