CILEGON – Pemerintah Kota Cilegon akan mematenkan sepuluh motif Batik Cilegon. Hal tersebut akan dilakukan oleh Pemkot Cilegon di akhir tahun ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana menjelaskan, selain sanggar Batik Krakatoa, di Kota Cilegon pun terdapat dua kelompok batik yang sedang berkembang. Keduanya berada di Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon.
Menurut Dikrie lebih dari 20 motif batik Cilegon yang telah diproduksi. Beberapa motif batik itu di antaranya motif teratai Rawaarum, motif alun-alun, land mark, dan sejumlah motif lain yang menggambarkan karakteristik Kota Cilegon.
Menurut Dikrie, motif-motif tersebut akan dipatenkan dengan cara didaftarkan untuk memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). “Tahun ini rencananya sepuluh motif, tahun selanjutnya pun akan didaftarkan lagi sisanya,” ujar Dikrie usai membuka acara Pelatihan Batik Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Cilegon di Hotel Gondang, Selasa (29/10).
Terkait motif-motif apa saja yang akan dipatenkan terlebih dahulu, menurut Dikrie masih akan dikaji dan dikonsultasikan dulu dengan Badan HAKI Kementerian Hukum dan HAM. Motif itu dipatenkan agar batik tersebut bisa dijadikan identitas atau ikon Kota Cilegon. Selain itu, dengan dipatenkan, diharapkan bisa mendongkrak pengembangan industri batik di Kota Cilegon.
Selain dengan mematenkan motif batik Cilegon, pelatihan batik pada IKM pun terus digalakan untuk mengembangkan industri kreatif batik di Kota Cilegon. “Sebelumnya, kami pun menggelar lomba motif batik, dan ini tindak lanjutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Cilegon Lili Edi Ariadi menuturkan, upaya pengembangan batik Kota Cilegon penting untuk memajukan industri kreatif batik di Kota Cilegon.
Menurutnya, potensi batik di Kota Cilegon cukup tinggi. Hal itu dilihat dari tingginya potensi kreativitas warga, serta potensi budaya yang bisa diimplementasikan dalam batik. “Kegiatan seperti ini tentu perlu dilakukan secara terus menerus,” tuturnya.
Untuk diketahui, kemarin, Selasa (29/10) sejumlah pegiat batik di Kota Cilegon mendapatkan pelatihan dari Disperindag Kota Cilegon. Ahli batik dihadirkan oleh pemerintah agar pemahaman serta kemampuan membatik masyarakat Kota Cilegon semakin meningkat. (bam/ibm/ags)









