TANGERANG – Kabar duka kembali menyelimuti Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel. Asisten Daerah (Asda) II Pemkot Tangsel Ir Dendi Pryandana MT meninggal dunia, Sabtu (2/11), sekira pukul 21.20 WIB, dikarenakan sakit. Pria kelahiran tahun 1966 ini menghembuskan nafas terakhir setelah dua hari dirawat di Rumah Sakit Premier Bintaro, Pondokaren. Almarhum berpulang meninggalkan satu istri dan dua anak.
Menurut keterangan kakak almarhum, Ir Dandi Pryantara MT, almarhum menderita sakit sejak dua bulan lalu. Penyebabnya komplikasi lever, diabetes dan pengentalan darah hingga menyerang jantung. “Doakan Pak Dendi ya, Pak. Mohon dimaafkan jika beliau punya salah,” kata Dandi usai pemakaman di TPU Jelupang, Serpong Utara, Minggu (3/11).
Hadir dalam pemakaman almarhum, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Juga sejumlah pejabat eselon II Pemkot Tangsel lainnya. Di sela pemakaman, istri almarhum tak kuasa menahan kesedihannya. Dan, Airin tampak memberikan dukungan moral kepada istri almarhum. “Almarhum adalah orang baik. Kami ikut berduka yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Semoga almarhum husnul khotimah,” kata Airin.
Diketahui, almarhum sebelumnya pernah menempati posisi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Tangsel. Di antaranya, Kepala Bappeda, Dinas Tata Kota, Kepala Dinas Bangunan dan Penataan Ruang dan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan. Juga, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah. Dan, terakhir menempati posisi sebagai Asda II Pemkot Tangsel.
Rekan almarhum, Teddy Meiyadi mengaku sangat kaget atas kepergian almarhum. Sebab, sepengetahuan Teddy, sebelumnya kondisi terakhir almarhum sehat-sehat saja. “Terakhir bertemu, kondisi beliau sehat-sehat saja,” kata Teddy.
Sebelumya, sekira sebulan lalu, Teddy mengaku telah mendengar Dendi dalam kondisi sakit. Saat itu Teddy bermaksud menjenguk. Dan, keinginan itu disampaikan kepada stafnya almarhum.
“Tapi saya dapat kabar dari stafnya yang membenarkan Pak Dendi sedang sakit dan menjalani rawat jalan di rumah. Pak Dendi minta doanya saja, supaya cepat sembuh,” kata Teddy menirukan ucapan salah satu staf almarhum. (asp)








