SERANG – Hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Bandung, Rabu (20/11) sekira pukul 17.00 WIB, mengakibatkan sembilan rumah rusak. Mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.
Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menumbangkan pohon berukuran raksasa hingga menutup akses jalan utama di wilayah tersebut. Pantauan Radar Banten di Desa Pangawinan, satu rumah semi permanen ambruk. begitu pula di Desa Malabar dan Babakan, sejumlah rumah rusak, baik rusak ringan maupun rusak sedang.
Warga Kecamatan Bandung Rosidi mengatakan, sejumlah rumah di wilayahnya mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang. “Anginnya lumayan kencang, pohon juga sampai tumbang,” ujarnya kepada Radar Banten, Kamis (21/11).
Kata dia, pohon tumbang sempat menutup akses jalan utama Bandung-Pamarayan. Pohon tumbang baru dapat dievakuasi malam hari. Menurut dia, pohon tumbang akibat akar pohon tak kuat menahan angin yang begitu kencang. Apalagi posisi pohon berada di tebing pinggir jalan.
Untuk rumah yang rusak, menurut dia, karena kondisinya yang sudah reyot. Rumah yang rusak mayoritas terbuat dari bambu dan kayu sehingga tidak kuat menahan angin kencang. Beruntung, tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut karena para pemilik rumah langsung mengamankan diri ke luar rumah saat terjadi angin kencang. “Namanya rumah bilik, kalau kena angin kencang pasti enggak bakal kuat,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengaku, sudah menerjunkan personel ke lokasi kejadian. Hasil pendataan di lokasi kejadian, sebanyak sembilan rumah yang rusak. Satu rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang di Desa Babakan. Kemudian, satu rumah rusak berat dan dua rumah rusak ringan di Desa Pangawinan, serta tiga rumah rusak ringan dan satu rusak sedang di Desa Malabar.
Nana memastikan, tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut. Warga yang rumahnya rusak ringan dan sedang masih menempati tempat tinggalnya. “Hanya satu keluarga yang tinggal di kediaman saudaranya karena rumahnya rusak berat,” ungkapnya. (jek/zai/ira)









