SERANG – Masyarakat patut waspada dan tanggap terhadap bencana alam. Sebab, ada enam potensi bencana alam yang terjadi di Kota Serang, yakni gempa bumi, banjir, longsor, kekeringan, kebakaran, dan puting beliung. Dari potensi tersebut, banjir dan kekeringan paling diwaspadai. Sebab, bencana alam tersebut hampir terjadi setiap tahun.
Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin membenarkan potensi bencana alam tersebut. “Kota Serang gempa bumi kebakaran, kekeringan, banjir tanah longsor dan yang kemarin terjadi angin kencang puting beliung,” katanya usai apel siaga bencana di halaman Puspemkot Serang, Kamis (21/11).
Potensi tersebut disebut Subadri berdasarkan analisis pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang. Lantaran itu, simulasi tanggap kebencanaan dilakukan Pemkot Serang agar seluruh petugas sigap saat terjadi atau pasca bencana.
Kata Subadri, sumber daya manusia petugas bencana baik dari unsur BPBD, Tim Respons Cepat, Satpol PP, Pemadam Kebakaran perlu ditingkatkan kualitasnya. Termasuk sarana dan prasarana penunjangnya. “Insya Allah di 2020 atas semua kekurangan bisa tertambahi,” ujar mantan Ketua DPRD Kota Serang ini.
Apalagi belum lama ini, Kota Serang diterjang hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan puluhan rumah warga rusak. Belum lagi, musim penghujan akan segera tiba.
Subadri mengaku sudah menginstruksikan aparatnya untuk melakukan antisipasi. Salah satunya dengan memangkas pohon yang dinilai berpotensi tumbang saat hujan dan angin kencang. “Pak Wali (Walikota Serang Syafrudin-red) sudah menginstruksikan dinas terkait sebelum terjadi (pohon tumbang-red) ada pemangkasan (pohon) yang diangaap bisa roboh dan lain-lain,” cetusnya.
Pelaksana Tugas BPBD Kota Serang Tb Urip Henus menyatakan, tujuan utama kegiatan ini memperkenalkan potensi bencana, agar di kemudian hari semua petugas sangat terlatih.
Simulasi juga dilakukan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat luas untuk sadar dan tanggap bencana. “Masyarakat sekitar bisa mengetahui cara menanggulangi bencana itu seperti apa,” katanya.
Dari semua potensi bencana alam, BPBD menyebut banjir yang paling dominan. Sebab bencana ini hampir berulang terjadi setiap tahun. “Kita akan terus sosialisasi ke masyarakat, kita juga ada layanan kepada masyarakat,” ujarnya. (ken/air/ags)









