TANGERANG – Ratusan rumah di lima desa di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, rusak diterjang angin puting beliung, Kamis (12/12). Ratusan rumah tersebut porak-poranda akibat terjangan puting beliung yang berlangsung selama lima menit.
Penjabat Kepala Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk, Nina Herlina mengatakan, kejadian tersebut berlangsung singkat, terjadi pukul 10.13 WIB. “Puting beliung terjadi cuma sebentar, lima menit, tapi kencang, dibarengi dengan hujan deras. Warga pada panik, semua keluar rumah karena khawatir tertimpa bangunan rumah akibat puting beliung,” katanya, Kamis (12/12).
Nina menerangkan, dari rekap data yang dihimpun di desanya ada sekira 132 rumah yang terdampak. Yakni, 123 rusak ringan, tujuh rusak berat, dan dua rusak total. “Warga yang terdampak tersebar dari empat kampung, yakni Kampung Tegaljawa, Kampung Kebonan, Kampung Lor, dan Kampung Masjid, Desa Tegal Kunir Lor. Setelah kejadian, kami langsung membuka posko pengaduan buat warga di depan kantor desa. Bersyukur tidak ada warga yang terluka parah, mungkin kalau luka ringan ada. Tetapi, sudah kami tangani dan berikan bantuan,” terangnya.
Sementara itu, Camat Mauk Arif Rahman menerangkan, ada lima desa yang terdampak di wilayahnya dengan ratusan rumah rusak akibat terjangan puting beliung. Yakni, 132 rumah di Desa Tegal Kunir Lor, 22 rumah di Desa Sasak, sekira 100 rumah di Desa Tanjunganom, 46 rumah di Desa Banyuasih, dan sekira lima sampai sepuluh lebih di Desa Gunungsari. Meski banyak rumah yang terdampak, Arif bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah bencana alam tersebut.
“Desa Tegal Kunir Lor dan Tanjunganom yang paling parah. Tetapi, alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya ada yang luka ringan saja dan itu sudah ditangani oleh Puskesmas Mauk,” terangnya saat meninjau langsung di lokasi bencana di Desa Tegal Kunir Lor, Kamis (12/12).
Atas musibah tersebut, Arif mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada akan bencana susulan. Hal tersebut, kata dia, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca masih ekstrem. “Kita semua harus tetap meningkatkan kewaspadaan terkait kejadian serupa. Tetap waspada dan jaga keselamatan,” pintanya.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meninjau langsung ke lokasi yang terdampak angin puting beliung di Kecamatan Mauk dan tiba sekira pukul 11.00 WIB, didampingi Camat Mauk Arif Rahman dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Bambang Sapto, pada Kamis (12/12).
Zaki mengaku, turut prihatin atas musibah puting beliung tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG bencana tersebut terjadi lantaran memasuki pergantian musim dan rawan terjadi musibah serupa.
“Untuk masyarakat Mauk dan masyarakat lainnya di wilayah Kabupaten Tangerang diimbau karena ini perubahan cuaca dan ada beberapa hari nanti ke depan yang cuacanya masih dalam kondisi cukup ekstrem, saya harap semua bisa siaga dan antisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi,” kata Zaki.
Orang nomor satu di Kabupaten Tangerang itu berharap, musibah serupa tidak terjadi lagi menimpa warganya. “Di Mauk sudah ada BPBD untuk menangani dan pihak desa serta kecamatan juga sudah cepat tanggap. Semoga tidak ada musibah yang serupa lagi. Masyarakat yang di sekitar tempat musibah juga bisa membantu gotong royong membersihkan puing-puing bekas angin kencang,” ujarnya.
Sementara untuk warga yang terdampak, saat ini sudah diberikan bantuan makanan berupa mi instan, air mineral, beras, dan tenda untuk posko warga yang dipasang di depan kantor Desa Tegal Kunir Lor. Bantuan tersebut berasal dari Penjabat Kepala Desa Tegal Kunir Lor dan BPBD Kabupaten Tangerang. (mg04/air/ira)










