BANDUNG – Pengelolaan lingkungan terbaik menjadi kategori lomba dengan komponen penilaian paling banyak. Dalam Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020, ada lima kategori lomba untuk lingkungan rukun warga (RW) kategori pemula. Serta, enam kategori lomba untuk lingkungan RW kategori berkembang.
Perwakilan Radar Banten Nizar Solihin menyampaikan bahwa pengelolaan lingkungan terbaik dilombakan untuk lingkungan RW kategori pemula maupun berkembang. Ada tujuh komponen penilaian. Pertama, kondisi jalan utama, gang, drainase, dan pagar.
“Kalau pun ada jalan rusak dan belum diperbaiki, paling tidak ditutup. Kemudian, gang, drainase, dan pagarnya dipercantik atau dicat,” terang Nizar saat Sosialisasi dan Workshop LKBA Kabupaten Serang 2020 untuk wilayah Kecamatan Bandung dan Pamarayan di aula kantor Kecamatan Bandung, Senin (3/2).
Acara ini dihadiri Kasubdit Pembinaan Polisi Masyarakat (Binpolmas) Polda Banten AKBP Lilik Supratman, Kasi Orsosmas Polda Banten AKBP Alimuda Pulungan, Sekretaris DPMD Kabupaten Serang Risma Fitriyani Siregar, Camat Bandung Subur Priyanto, Camat Pamarayan Edi Sumardi, Danramil Pamarayan Kapten Infanteri Aryadi, Kapolsek Pamarayan AKP Asroji, dan kepala desa serta ketua RW di Kecamatan Bandung dan Pamarayan.
Komponen penilaian kedua, taman bermain dan fasilitas umum. Fasilitas umum ini bisa berbentuk taman baca. “Bisa saja di halaman taman baca dijadikan tempat bermain dan ditata rapi,” katanya.
Ketiga, tempat sampah, tempat pembuangan sampah sementara, dan tempat pengelolaan sampah. Keempat, pemilahan dan pemanfaatan sampah jenis organik, nonorganik, serta bahan berbahaya dan beracun (B-3). Kelima, berkaitan dengan penerangan jalan lingkungan.
“Kalau bisa, rumah tidak gelap. Tiap rumah menggunakan tiang untuk penerangan,” katanya.
Keenam, berkaitan dengan pemanfaatan pekarangan rumah untuk apotek hidup atau hydroponik. Dan komponen penilaian terakhir adalah lingkungan bebas dari buang air besar (BAB) sembarangan.
“Jika masih ada warga yang belum memiliki jamban, minimal ada fasilitas umum seperti MCK. Atau tiap rumah memiliki jamban,” terangnya.
AKBP Lilik Supratman menambahkan, kampung aman menjadi kebutuhan semua masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa leluasa melakukan kegiatan untuk mengamankan lingkungannya.
“Saya tekankan agar semua menggerakkan lagi siskamling (sistem keamanan lingkungan-red), membuat poskamling, dan membentuk FKPM (Forum Kemitraan Polisi Masyarakat-red),” tegas Lilik.
Usai acara, Camat Bandung Subur Priyanto mengaku akan mendorong partisipasi masyarakatnya dalam menata lingkungan. Ia tidak mau mengulang raihan bendera kuman dari Pemkab Serang. Penyebabnya, tidak satu pun lingkungan RW di Kecamatan Bandung yang masuk nominasi juara pada LKBA 2019 lalu.
“Insya Allah, kita akan turut berpartisi dalam kegiatan ini. Apalagi, tahun lalu kita mendapat predikat bendera hitam,” terangnya. “Ini menjadi suatu cambuk dan pengalaman berharga untuk kita semua yang ada di Kecamatan Bandung, khususnya kepala desa dan RW, untuk lebih meningkatkan apa saja yang menjadi indikator atau tolok ukur penilaian lomba ini,” sambung Subur.
Camat Pamarayan Edi Sumardi berharap, tahun ini, jumlah lingkungan RW di wilayahnya yang mendapat penghargaan bertambah. Di LKBA 2019, dua dari 10 lingkungan RW di 10 desa mendapat penghargaan untuk empat kategori lomba. “Tingkat kehadiran masyarakat pada acara sosialisasi hari ini (kemarin-red) sangat antusias. Ke depannya, mudah-mudahan semua RW berpartisipasi untuk LKBA,” ujarnya.
Sementara, Kapolsek Pamarayan AKP Asroji mengaku, bersama bhabinkamtibmas akan untuk terus men-support masyarakat dan aparat desa agar penataan lingkungan di Kecamatan Pamarayan dan Bandung bisa lebih baik dari tahun lalu. “Saya meminta bhabinkamtibmas agar terjun langsung, bekerja sama dengan desa dan masyarakat menyukseskan LKBA ini,” terangnya. (fdr-dylan zetizen/don/ags)









