SERPONG – Azwar Aditya (36), divonis mengidap gangguan jiwa. Status gangguan mental itu tidak membuat perkara tersangka penganiayaan terhadap istrinya, Siska Meylani (40), itu dihentikan.
”Hasil tim medis RS Polri Kramatjati mengindikasikan tersangka (Azwar-red) mengalami gangguan jiwa setelah dilakukan analisa dan diagnosa selama 14 hari,” kata Kapolsek Serpong Komisaris Polisi (Kompol) Stefanus Luckyto dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (23/2).
Kata Stefanus, Azwar telah kembali dari RS Kramatjati dan ditahan di Mapolsek Serpong. “Kita tetap melakukan penahanan dan memprosesnya secara hukum,” kata Stefanus.
Stefanus memastikan kondisi kejiwaan Azwar telah stabil dan tetap mengonsumsi beberapa jenis obat penenang. “Soal rehab atau bebas dari hukuman, nanti hakim yang memutuskan,” jelas Stefanus.
Dijelaskan Stefanus, hasil pemeriksaan ahli kejiwaan di RS Kramatjati, Azwar melakukan aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu dalam keadaan sadar. “Saat ditanya dokter, apakah sadar melakukan penusukan ke istrinya, tersangka menjawab sadar. Ditanya lagi, tahu akibatnya, Azwar menjawab paham,” jelas Stefanus.
Kata Stefanus, Azwar telah lama mengidap gangguan jiwa dan kerap kambuh. Sebelumnya, Azwar secara rutin mengonsumsi obat depresi. Tetapi, tiga bulan sebelum peristiwa penususkan, warga Perumahan Cluster Viola Residence, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpongutara, Kota Tangsel, ini enggan mengonsumsi obat penenangnya lantaran merasa jenuh.
”Akibatnya, Azwar sering marah-marah. Dan, istrinya mencoba mengingatkan untuk meminum obatnya tapi marah-marah hingga berakhir penusukan,” kata Azwar.
Diketahui, peristiwa penusukan itu terjadi pada Selasa (4/2) dinihari. Azwar menusuk istrinya secara membabi buta menggunakan pisau dapur. Sembari menusuk istrinya, Azwar menyebut istrinya dajal.
Aksi tersebut oleh Azwar direkam menggunakan kamera ponsel. Akibatnya, Siska mengalami tujuh luka tusukan di bagian tangan, kepala, dan kaki. Aksi tersangka dapat dihentikan oleh sejumlah tetangga dan pihak keamanan perumahan tersebut.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Permata Ibu, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. “Dari kalimatnya itu, saya kira Azwar sedang berhalusinasi,” kata Cristine, tetangga Azwar. (you/nda/ags)








