SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – SP (24), tewas dengan total 21 luka tusuk (sebelumnya disebut delapan luka tusuk) di tubuhnya.
Perempuan asal Kampung Pabuaran Dua, Desa Malanggah, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang, itu tewas di tangan sang suami, NN (27).
“Ada luka yang mengenai dada sebelah kiri, hasil autopsi itu terdapat 21 luka tusukan. Di punggung itu ada sekitar 12 luka tusukan, sisanya di bagian depan,” ungkap Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudha Satria, Selasa (26/7).
Yudha menuturkan, insiden berdarah pada Minggu (24/7) sekira pukul 15.30 WIB, itu bermula dari cekcok mulut antara korban dan pelaku.
NN marah lantaran sang istri tidak menuruti permintaanmya. “Awalnya disuruh masak telur ternyata tidak dibuat,” ungkap Yudha.
Kemarahan NN semakin menjadi melihat SP justru asyik bermain ponsel. Sembari merampas ponsel, NN menuduh istrinya memiliki pria idaman lain. “Keterangan tersangka bahwa dia curiga istrinya punya pria idaman lain. Dia (pelaku-red) curiga dengan istrinya yang kemana-mana bawa handphone, kemudian ribut,” kata Yudha.











