TAKTAKAN – Warga Lingkungan Cibetik, RT 05 RW 03, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, memantapkan ambisinya mengubah kampung mereka menjadi objek wisata alam. Mereka telah menata kampungnya sejak Desember 2019. Lomba Resik Lan Aman (LRLA) lah yang menjadi momen bagi warga untuk memproklamasikan kampungnya sebagai objek wisata alam di Kota Serang.
Ambisi warga Lingkungan Cibetik ini sejalan dengan kondisi geografis wilayahnya dan kondisi alamnya. Perkampungan ini berada di daerah pedalaman Kecamatan Taktakan. Nuansanya asri. Pohon tangkil atau melinjo dan durian banyak tumbuh di kampung ini. Potensi ini pula yang membuat Bakhtiar, Lurah Cilowong, merencanakan Lingkungan Cibetik menjadi objek wisata alam.
Saat ini, di jalan masuk Lingkungan Cibetik telah dibangun gapura. Lengkap dengan taman kecil dan spot foto bercat warna-warni.
Di sepanjang jalan menuju permukiman warga sekira 200 meter, sisi kanan dan kirinya terdapat hiasan pot bunga dari ban bekas. Warga juga mengecat pot bunga itu dengan bermacam warna.
“Sebelumnya, kita memang sudah menata kampung. Kebetulan ada LRLA, makin semangat deh,” ungkap Ketua RT 05 RW 03, Lingkungan Cibetik, Mastura kepada Radar Banten, Senin (16/3).
Dekorasi jalan ternyata dilakukan warga hingga ke tengah perkampungan. Jalan dihiasi bambu. Batang-batang bambu ini ditata sedemikian rupa hingga menyerupai terowongan. Warga mengecat batang-batang bambu dengan beberapa warna terang.
Di depan pekarangan rumah-rumah warganya, Radar Banten melihat, telah menjadi warung hidup. Atau, menyerupai taman kecil. Ada warga yang memanfaatkan pekarangan depan rumahnya untuk menanam tomat, terong, dan cabai. Ada pula warga yang memilih beragam tanaman bunga untuk menghiasi rumahnya.
“Alhamdulillah, ibu-ibunya pada seneng bercocok tanam,” ujar Mastura.
Penataan Lingkungan Cibetik, lanjut Mastura, dilakukan warganya secara gotong royong. Warga dan pemuda di kampung ini kompak menata lingkungan mereka setiap hari Jumat. Semangat warga semakin terpompa setelah mendapatkan bantuan dana dari Lurah Cilowong.
”Rencananya, kita juga bakal bikin taman di lahan seluas 10 x 15 meter persegi,” tutur Mastura.
Lurah Cilowong Bakhtiar menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan Lingkiungan Cibetik menjadi objek wisata alam di Kota Serang. “Penataannya enggak cuma sampai lomba selesai, tapi akan terus dikembangkan,” ujarnya.
Menurut Bakhtiar, warga Lingkungan Cibetik memiliki semangat dan kompak bergotong royong. Lingkungan Cibetik juga berada di lokasi yang strategis dan berpotensi jadi objek wisata alam. “Suasananya asri dan bagus. Sayang kalau enggak dimaksimalkan,” pungkasnya. (mg06/don)











