KASEMEN – Warga Lingkungan Masjid Agung Banten, RT 01 RW 11, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, memproyeksikan lingkungan mereka menjadi kampung pelangi. Rumah warga bakal dicat bermacam warna. Perkampungan ini pun bakal dihijaukan dengan tanaman.
“Kita proyeksikan menjadi kampung pelangi,” tegas Ketua RT 01 RW 11 Sibli kepada Radar Banten, Senin (30/3).
Nantinya, rumah-rumah warga RT 01 RW 11 akan dicat. Warnanya disesuaikan dengan keinginan pemilik rumah.
Kesan kampung pelangi akan lebih terasa setelah jalanan di lingkungan RT 01 RW 11 dicat pula dengan bermacam warna. Jalan yang akan dicat sepanjang sekira 300 meter. “Kalau jalan, paling kita buat list di pinggir kanan dan kirinya,” jelas Sibli.
Untuk membiayai konsep penataan perkampungan ini menuju Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020, Sibli mengaku, pihaknya masih menunggu dana stimulan dari pemerintah daerah. “Kalau untuk cat dan bambu kan ada uang stimulan dari Pemerintah Kota Serang,” katanya.
Kendati dana bantuan tersebut belum diterima pengurus RT 01 RW 11, menurut Sibli, pihaknya berusaha memulai kegiatan gotong royong. Warganya telah diminta memberikan iuran seikhlasnya saat bergotong royong setiap hari Jumat. Uang yang terkumpul untuk membeli makanan dan kopi bagi para warga yang ikut membersihkan lingkungan mereka.
Gotong royong warga RT 01 RW 11 telah dimulai sejak dua pekan lalu. Warga membersihkan lingkungan sekitar rumah dan membersihkan saluran irigasi dari sampah. “Para pemudanya juga ikut bersih-bersih,” ungkap Sibli.
Penghijauan, lanjutnya, juga menjadi perencanaan. Dengan menanam tanaman hias dan bunga, perkampungan di pesisir utara Kota Serang ini diharapkan tidak lagi gersang.
Sibli optimistis, Lingkungan Masjid Agung Banten yang menjadi ikon sejarah Provinsi Banten menjadi juara LRLA Kota Serang 2020. “Kita bakal berusaha maksimal menata lingkungan supaya menjadi lingkungan yang bersih dan aman,” ungkapnya.
Lurah Banten Hizbullah pun optimisitis, dengan kekompakan dan semangat warga bergotong royong, wilayahnya yang panas dan gersang bisa bersaing dengan perkampungan lain di Kota Serang. “Penataan bakal kita lakukan secara masif. Pokoknya mah aje kendor,” pungkasnya. (mg06/don)









