WALANTAKA – Warga RT 04 RW 02, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Walantaka, menghiasi halaman depan rumahnya dengan tanaman. Mereka membidik nilai tertinggi kategori lingkungan paling hijau Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020.
Lurah Tegalsari Sutihat mengatakan, warga RT di Lingkungan Turus Kulon ini secara swadaya membeli bibit tanaman dan pot untuk menghijaukan halaman rumahnya. “Kita targetkan lingkungan jadi hijau,” katanya kepada Radar Banten, Selasa (14/4).
Tekad warga ini didukung pemudanya, yang juga senang menanam sejak lama. “Pemudanya aktif menghijaukan lingkungan,” tegas Sutihat.
Sebelum ditanam di halaman depan rumahnya, warga menyemainya sendiri di halaman belakang rumah. Hasil semai, tak hanya digunakan untuk menghijaukan halaman rumah warga. Tetapi juga ditanam di pinggir jalan.
Sutihat mengaku, pihaknya sudah membentuk dan mengesahkan kelompok pemuda penggerak lingkungan pada Februari 2020. Pengurus dan anggotanya adalah pemuda-pemuda RT 04 yang hobi menanam tanaman seperti cabai, terong, dan tomat. “Jumlah anggota ada sekira 15 orang,” katanya.
Untuk kategori kelompok penggerak sadar hukum, Sutihat mengakui, belum bisa memenuhinya. Alasan dia, rencana pembentukan kelompok ini terkendala oleh wabah corona. Padahal, pihak kelurahan sudah berkoordinasi dengan pemuda dan tokoh masyarakat RT 04 untuk menggelar rapat bersama membahas pembentukan kelompok penggerak sadar hukum.
“Kita masih menunggu wabah (corona-red) ini hilang, baru membentuk kelompok sadar hukum,” jelasnya.
Sementara, Bhabinkamtibmas Tegalsari Brigpol Tantyo Nugraha menyarankan agar pengurus RT 04 dan pihak kelurahan tidak terburu-buru membentuk kelompok penggerak sadar hukum. Baginya, yang terpenting saat ini adalah tetap melaksanakan kegiatan sistem keamanan lingkungan (siskamling). “Warga Turus Kulon rajin siskamling, jadi selalu kondusif,” tegasnya.
Tantyo berharap, dengan LRLA Kota Serang 2020, warga Turus Kulon bisa lebih mewaspada ancaman gangguan keamanan lingkungannya. Apalagi, mendekati bulan Ramadhan, tren kriminalitas biasanya meninggi. “Momen ini harus dijadikan ajang memperkuat keamanan,” sarannya. (mg06/don)









