SERANG, RADARBANTEN.CO.DI- Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, selama 50 hari.
Mahasiswa UGM itu nantinya akan mengabdi di dua desa di Kecamatan Mancak, yakni Desa Ciwarna dan Desa Sangiang.
Mahasiswa UGM itu diminta untuk bisa menggali potensi lokal, sehingga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat dan mencari solusi atas persoalan-persoalan yang ada di masyarakat.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mendukung penuh pelaksanaan kegiatan mahasiswa UGM i tu dan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat di dua desa di Kecamatan Mancak itu.
“Sudah disampaikan terkait nanti mereka akan menggali potensi di wilayah itu, mulai pariwisata, pengelolaan lingkungan. Lalu karena Mancak merupakan salah satu daerah rawan longsor, nanti bisa juga mahasiswa jurusan teknik sipil bisa melakukan kajian agar bisa diantisipasi,” katanya, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia mengatakan, mahasiswa akan melakukan pengabdian pada masyarakat selama lima puluh hari.
“Dimulai tanggal 20 Juni sampai selesai. Total ada 30 orang,” ujarnya.
Ia berharap, mahasiswa UGM itu bisa memberikan pembelajaran dan pengajaran sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Misalnya teman-teman mahasiswa bisa melihat potensi apa yang bisa digali di sana, seperti salah satunya potensi pariwisata dan pengelolaan lingkungan. Kami mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Dosen pembimbing lapangan, Sudaryono, mengatakan bahwa tahun ini, jumlah mahasiswa UGM yang melakukan KKN di Kabupaten Serang bertambah.
“Tadinya ada 28 mahasiswa, sekarang jumlahnya ada 30,” katanya.
Ia mengatakan, yang akan menjadi poin penting dalam KKN tahun ini ialah ingin meningkatkan kemandirian masyarakat dan memastikan pertanian yang yang berkelanjutan.
“Kita ingin mensinergikan pertanian yang berkelanjutan, ada pengelolaan sampah, ada kotoran ternak, nah kita akan membuat pupuk organik, bisa juga untuk magot dan lain sebagainya. Hasilnya akan kita gunakan untuk mengembalikan kesuburan wilayah pertanian,” ujarnya.
Lalu, untuk pengembangan wisata, pihaknya berencana akan fokus di wilayah Bukit Cariang. Nantinya akan ada konsep agar wisata tersebut bisa seperti wisata di Lembang.
“Lembang bisa tracking, nanti kita akan buat fenomena menarik dimana wisatawan bisa meniru seperti di Lembang. Nantinya akan ada spot-spot yang bisa difiralkan,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono









