slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Love Story

Begini Nih Kalau Enggak Bisa Hidup Susah

Redaksi by Redaksi
13-07-2020 15:23:42
in Love Story
Begini Nih Kalau Enggak Bisa Hidup Susah
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Unik tapi menggelikan, begitulah kisah rumah tangga pasangan Adul (35) dan Siti (35), keduanya nama samaran. Selama dua tahun hidup bersama, mereka kerap berpisah di saat hidup susah. Oalah.

Adul dan Siti memang sama-sama anak manja. Maklum, keduanya terlahir dari keluarga berada dan sama-sama paling bontot di keluarganya. Setelah menikah, ceritanya mereka mencoba hidup mandiri membangun mahligai rumah tangga memisahkan diri dari kedua orangtua mereka. Namun, sampai dua tahun berjalan rumah tangga, keduanya selalu pulang kepada masing-masing keluarganya, hanya sekadar untuk meminta uang. Intinya, baik Adul maupun Siti tidak bisa hidup susah dan tidak tahu cara menghidupi diri sendiri. Huh dasar anak-anak mama.  

Baca Juga :

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

“Ya habis mau gimana lagi, Mas Adulnya juga begitu (tidak bisa hidup susah-red), ya saya juga ikut-ikutan,” ujar Siti kepada Radar Banten sambil menyapu halaman rumah di salah satu kelurahan di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, kemarin.

Meskipun sudah berumah tangga, Siti sepertinya tidak bisa lepas dari peran kedua orangtua, begitu pula dengan Adul. Apalagi, Adul belum mempunyai pekerjaan tetap, hanya membuka usaha jualan aksesoris motor mencoba meniru usaha bapaknya. “Mas Adul usahanya enggak serius. Ada untung sedikit saja, langsung dipake poya-poya sama temennya,” keluh Siti. Larang dong, harusnya kan nafkah itu buat keluarga. “Enggak tahu ah pusing,” jawabnya.

Sementara Siti ibu rumah tangga yang hanya fokus mengurus anaknya yang masih bayi. Meski sebetulnya tidak tahan dengan sikap suami, Siti tak bisa bergeming karena kedua orangtua berteman akrab. “Kita nikah juga karena dijodohin,” akunya. Tapi kalau enggak suka ngapain mau? “Terpaksa,” timpalnya. Bisa saja.

Siti sendiri ngakunya banyak dikejar lelaki. Wajar sih, wajah Siti cukup menawan, tubuhnya juga ideal dan menggoda. Kendati begitu, Siti tidak mempunyai pilihan karena didesak ayahnya agar mau dijodohkan dengan Adul. Padahal, Adul orangnya gemuk dan kulitnya hitam, hidup lagi. Meski demikian, Adul semasa masih lajang banyak wanita yang kepincut. Bukan karena karismanya, tetapi lebih kepada dikenal karena orangnya royal. 

Singkat cerita mereka menikah. Dari awal pernikahan saja, rumah tangga Siti dan Adul sudah menjadi bahan cibiran saudara dan tetangga. Dianggap sosok Adul dan Siti anak manja dan dipastikan belum siap berumah tangga. Demi mematahkan anggapan negatif itu, Siti dan Adul pun sepakat untuk tidak tinggal serumah dengan orangtua dan belajar hidup mandiri menempati rumah bekas neneknya. Siti dan Adul pun memulai hidup barunya sebagai suami istri. Siti sempat melihat perubahan dari sikap Adul, jadi lebih dewasa. Buktinya, Adul mau membuka usaha untuk mencari nafkah demi Siti. “Dia minta dimodalin buka toko aksesoris motor,” kenang Siti. Wah enak dong.

Siti pun tak bisa menutup kebahagiaannya melihat kerja keras Adul, begitu pun keluarga yang mereka nilai sikap Adul benar-benar berubah. Apalagi usahanya mulai berjalan lancar dan Adul tidak meminta uang selama dua bulan setelah menjalankan usahanya. Tokonya selalu ramai dan menjadi tempat nongkrong anak muda sambil membongkar rakit motor modifikasi. “Kita juga punya dua karyawan yang bantuin,” ungkap Siti. Wah sukses ya.

Namun, setelah usahanya berjalan empat bulan, barang dagangannya habis. Siti mengira dengan habisnya barang jualan mendatangkan keuntungan besar. Ternyata, uang keuntungan sampai modal yang diberikan orangtuanya untuk Adul dihabiskan hanya sekadar untuk poya-poya buat jalan-jalan, mancing, hingga minum-minum miras bareng teman-temannya. Astaga. Setelah rumah tangga berjalan enam bulan, keduanya mulai merasa kesusahan karena tidak memegang uang sama sekali tak punya uang. “Akhirnya kita sama-sama pulang ke rumah orangtua, nginep tiga hari,” aku Siti. Ngapain? Daripada enggak bisa makan, di rumah juga enggak ada yang bisa dimasak,” ujarnya. Kasihan amat.

Setelah mendapat uang pemberian orangtua, keduanya kembali ke rumah dan tinggal bersama seperti biasa. Adul juga kembali menjalankan usahanya lagi setelah meminta modal tambahan. Bukannya instrospeksi diri dengan kejadian sebelumnya, Adul malah mengulangi lagi perbuatannya berpoya-poya. Dari usahanya tak pernah menjadi tabungan, yang ada malah ludes dengan modal-modalnya karena kelakuan buruk Adul. Dua bulan kemudian, merasa sudah keteteran tidak bisa makan, keduanya pulang kembali ke rumah orangtua. “Padahal saya waktu itu lagi mengandung anak pertama,” sesalnya. Gimana tuh suami, kok enggak kapok-kapok ya!

Sampai Siti melahirkan, Adul tidak memegang uang sama sekali untuk biaya persalinan. Lagi-lagi Adul meminta bantuan orangtua. Saat Siti sedang berjuang dalam proses kelahiran bayinya, Adul yang panik langsung bergegas pergi ke rumah orangtua untuk meminta uang karena harus segera membayar biaya persalinan. “Jadi kita tuh bersama-samanya pas senang doang. Kalau lagi susah, ya pisah,” kesalnya. Harusnya susah senang bersama. “Enggak bisa mas, berat,” jawabnya. Kayak rindu aja berat.

Saat ini Siti hanya bisa pasrah dan berdoa agar suaminya bisa benar-benar berubah dan hidup mandiri tanpa harus meminta bantuan orangtua. “Namanya masih pasangan baru. Semoga nanti kalau sudah lama ketemu jalannya,” harap Siti. Insya Allah, banyak-banyak berdoa aja. (mg06/zai)

Tags: Love Story
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Penyelesaian Pelanggaran Pilkada Jangan Bertele-tele

Next Post

Bentuk Prothas, Mantan Kades Dukung Tatu-Pandji

Related Posts

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus
Love Story

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

by Redaksi
Rabu, 26 Januari 2022 16:41

Amarah Santi (35) nama samaran, tak bisa padam saat tahu kalau suaminya, sebut saja Joko (38) mendownload aplikasi yang bisa...

Read moreDetails

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Ketahuan Bawa Penumpang, Mobil Dilelang

Suami Butuh Kehangatan, Malah Diacuhkan

Demi Janda, Rela Jual Sawah

Awalnya Diragukan, Sudah Kaya Jadi Tumpuan

Mantanku Teman Baik Suamiku

Terlalu Dikekang, Rumah Rasa Medan Perang

Next Post
Bentuk Prothas, Mantan Kades Dukung Tatu-Pandji

Bentuk Prothas, Mantan Kades Dukung Tatu-Pandji

Gempa M 5,1 di Lebak Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,1 di Lebak Tidak Berpotensi Tsunami

Minta Sumbangan, Petugas Kebersihan Diamankan

Minta Sumbangan, Petugas Kebersihan Diamankan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kajari Lebak Adi Rifani saat pelayanan hukum terkait penerbitan KTP bagi santri.

Kejari Lebak Bantu Santri Ponpes Tafrijul Ahkam Miliki KTP

Selasa, 7 Juli 2026 14:51
Ketua TP PKK Kota Serang Arfina Rustandi menghadiri puncak peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak PKK di Kota Serang.

Peringati HKG PKK, Arfina Rustandi Tekankan Program Kerakyatan

Selasa, 7 Juli 2026 14:36
Pelaku saat akan ditahan

Diiming-imingi Uang Jajan, Tiga Kakak Beradik Asal Pandeglang Dicabuli Paman

Selasa, 7 Juli 2026 14:22
MTQ Bukan Seremonial Belaka 

MTQ Bukan Seremonial Belaka 

Selasa, 7 Juli 2026 14:21
Chandra Asri ASPIRE Graduate Development Program 2026, Ajang Penjaringan Talenta Muda

Chandra Asri ASPIRE Graduate Development Program 2026, Ajang Penjaringan Talenta Muda

Selasa, 7 Juli 2026 14:16
Direktur Utama PT SBM Isbandi Ardiwinata di Pengadilan Tipikor Serang

Kasus Korupsi Kepelabuhan, Pengadilan Tinggi Banten Perberat Hukuman Dirut PT SBM Jadi 6 Tahun Penjara

Selasa, 7 Juli 2026 14:15
Kajari Lebak Adi Rifani saat pelayanan hukum terkait penerbitan KTP bagi santri.

Kejari Lebak Bantu Santri Ponpes Tafrijul Ahkam Miliki KTP

Selasa, 7 Juli 2026 14:51
Ketua TP PKK Kota Serang Arfina Rustandi menghadiri puncak peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak PKK di Kota Serang.

Peringati HKG PKK, Arfina Rustandi Tekankan Program Kerakyatan

Selasa, 7 Juli 2026 14:36
Pelaku saat akan ditahan

Diiming-imingi Uang Jajan, Tiga Kakak Beradik Asal Pandeglang Dicabuli Paman

Selasa, 7 Juli 2026 14:22
MTQ Bukan Seremonial Belaka 

MTQ Bukan Seremonial Belaka 

Selasa, 7 Juli 2026 14:21
Chandra Asri ASPIRE Graduate Development Program 2026, Ajang Penjaringan Talenta Muda

Chandra Asri ASPIRE Graduate Development Program 2026, Ajang Penjaringan Talenta Muda

Selasa, 7 Juli 2026 14:16
Direktur Utama PT SBM Isbandi Ardiwinata di Pengadilan Tipikor Serang

Kasus Korupsi Kepelabuhan, Pengadilan Tinggi Banten Perberat Hukuman Dirut PT SBM Jadi 6 Tahun Penjara

Selasa, 7 Juli 2026 14:15

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kajari Lebak Adi Rifani saat pelayanan hukum terkait penerbitan KTP bagi santri.

Kejari Lebak Bantu Santri Ponpes Tafrijul Ahkam Miliki KTP

by Nurabidin
Selasa, 7 Juli 2026 14:51

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak untuk memberikan pelayanan hukum...

Ketua TP PKK Kota Serang Arfina Rustandi menghadiri puncak peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak PKK di Kota Serang.

Peringati HKG PKK, Arfina Rustandi Tekankan Program Kerakyatan

by Nahrul Muhilmi
Selasa, 7 Juli 2026 14:36

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Serang memperingati ke-54 Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak