SERANG – Rapat panitia Pilkades Kabupaten Serang di Pemkab Serang diwarnai kelakar dari para pejabat di Aula Brigjen KH Syamun Pemkab Serang, Selasa (23/7). Rapat belum menghasilkan keputusan apakah pelaksanaan Pilkades dilanjutkan atau diundur kembali.
Rapat dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri, Asisten Daerah (Asda) I Pemkab Serang Nanang Supriyatna, dan sejumlah pejabat Pemkab Serang.
Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum mengatakan, pihaknya mendapatkan aspirasi dari masyarakat terkait pelaksanaan Pilkades. Kata dia, ada masyarakat yang meminta dilanjutkan 1 Agustus dan ada yang ditunda.
Ia memaparkan, alasan masyarakat yang meminta Pilkades dilanjutkan karena kerumunan sudah terjadi setiap hari di rumah calon kepala desa. “Walaupun diundur setiap hari setiap malam masyarakat berkumpul di rumah calon kades,” katanya.
Kemudian, warga yang meminta Pilkades diundur karena kondisi Covid-19 yang belum bisa dikendalikan. “Ada warga yang nelepon saya, dalam waktu kurang dari 24 jam di desanya sudah ada empat orang yang meninggal dunia,” ujarnya.
Dikatakan Ulum, aspirasi dari masyarakat terkait jadwal pelaksanaan Pilkades imbang. “Ini kalau main bola seperti adu penalti,” ucapnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang pun ikut berkelakar terkait pelaksanaan Pilkades. Baginya, Pilkades bagaikan bisul. “Jadi kalau saya ingin cepat pecah gitu, ingin cepat selesai,” ujarnya.
Meski demikian, kata Entus, ada dua hal yang menjadi pertimbangan pelaksanaan Pilkades. Yakni, kondisi kesehatan, sosial dan politik masyarakat, serta regulasi dari Pemerintah Pusat. “Rapat belum ada kesepakatan apakah dilanjut atau diundur kembali, kita akan rapatkan lagi hari Selasa 26 Juli 2021,” katanya. (Abdul Rozak)










