SERANG – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten melalui Bidang Penyiaran Agama Islam, Zakat, dan Wakaf menyelenggarakan Kompetisi Film Pendek Islami (Islami Animated Short Movie Competition) tahun 2021.
“Hari Sabtu (7/8) ini kami baru melaksanakan penilaian setelah tertunda karena PPKM. Penilaian semestinya pada awal Juli lalu,” kata Damanhuri, Kepala Seksi Seni Budaya Islam, Musabaqah Al-Quran dan Al-Hadits pada Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf, Sabtu (7/8).
Damanhuri menjelaskan, pengiriman karya sejak 1 Februari hingga 30 Juni 2021. Ketentuannya, antara lain, film animasi berdurasi empat hingga enam menit. Peserta dapat memilih satu dari tiga tema yaitu Milenial Sadar Halal, Milenial Sadar Gaul (No Sex, No Drugs, No Hoax), dan Milenial Sadar Ibadah (Sunnah Rasul dan Perilaku). Peserta usianya di bawah 40 tahun, baik perorangan maupun kelompok.
“Ada enam peserta yang mendaftar. Namun yang mengirimkan karya untuk dinilai juri hanya lima orang,” ungkap Damanhuri.
Acara penjurian, lanjut dia, menerapkan protokol kesehatan. Juri dari Kementerian Agama menilai secara virtual dari Jakarta.
Saat membuka acara penjurian, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Ubik Baehaqi yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Banten Nanang Fatchurochman mengatakan, kompetisi film animasi islami ini bagian dari program syiar Islam sesuai dengan tema yang ditentukan.
“Film animasi ini walaupun durasinya pendek, tetapi harus memiliki pesan dakwah yang mengajak kepada hal-hal kebaikan. Semoga bermanfaat,” katanya.
Setelah tahap penilaian dengan kriteria kesesuaian tema dengan judul dan film, pesan, kreativitas, dan animasinya, juri menetapkan tiga juara. Juara pertama nomor urut peserta 6 atas nama Atep Kurnia, juara kedua nomor urut 4 atas nama Aji Firmansyah, dan juara ketiga nomor urut 3 atas nama TB Randy. Pemenang mendapatkan piala dan uang pembinaan.

Evie Sofiah Usman, anggota Komisi Seni Budaya Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provisi Banten yang menjadi juri, mengungkapkan, film animasi yang dilombakan sudah bagus dan memiliki pesan-pesan dakwah. “Sebagaimana sebuah film, harus memiliki alur cerita, ada tokohnya, dan ada pesan yang ingin disampaikan. Hanya saja ini dalam bentuk film pendek dan animasi,” ungkap Evie.
Menanggapi hasil penilaian, Damanhuri mengatakan, peserta terbaik akan mewakili Kemenag Banten di tingkat nasional. Penilaiannya pada 12-14 Agustus 2021 dan penganugerahan piala Menteri Agama RI pada 19 Agustus 2021.
Dari kompetisi pertama ini, Damanhrui berharap pada kegiatan yang akan datang akan lebih baik lagi. Pesertanya para animator muda Banten yang ahli membuat film animasi dan mampu menyuguhkan cerita keagamaan dan pesan moral. (aas)










