Padahal, saat masa pacaran dulu, Mona merupakan perempuan sederhana. Tidak pernah minta yang macam-macam, serta selalu manut apa kata suami. “Sejak saya kerja di pabrik aja, istri mulai seneng bebelian,” ungkapnya.
Penampilannya juga berubah, yang dulunya tidak suka dandan, sekarang jadi senang berhias. Membuat Sakim jadi lebih semangat kerja dan selalu rindu rumah.
Tapi setiap kali ia menanyakan ke Mona, Mona selalu mengelak dan bilang itu barang yang sangat ia inginkan. Mulai dari mesin cuci ada dua, yang lama diganti meski kondisinya masih bagus, lemari es, mesin pembersih lantai. Belum lagi emas yang dipakai Mona. “Istri tuh harus dididik, jangan dimanjain aja,” begitu kata Sakim meniru omongan saudaranya.
Apa boleh buat, Sakim yang terpancing emosi menegur Mona. Tapi Mona malah balik melawan dan ngambek. Alhasil, Sakim tak dapat jatah mingguan. Wih, jatah apa nih Kang? “Biasalah, setoran di kasur,” katanya. Waduh.
Sejak itu Sakim tak mau lagi ribut-ribut soal omongan orang lain. Ia membiarkan saja Mona membeli apa yang dimau. Selagi masih memiliki rezeki dan mampu membahagiakan istri, ia tak peduli. “Biarin ajalah, yang penting saya bisa pulang dapet kasih sayang istri,” pungkasnya. Wkwkw. (drp/air)











