CILEGON – Pengerjaan proyek renovasi kantor Walikota Cilegon mengabaikan keselamatan kerja.
Hal itu terlihat dari sejumlah pegawai yang tidak memakai alat keselamatan kerja seperti helm.
Pantauan di lapangan, kendati para pekerja sedang melakukan pekerjaan di ketinggian, namun, mereka tidak dilengkapi dengan helm dan alat pengaman.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon, Ahmad Mugni menjelaskan, pihaknya sejak awal sudah mengingatkan pihak pelaksana untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
“Sudah dari awal dikasih tahu, nanti akan saya informasikan ke pihak pengawas,” ujarnya, Senin (20/9).
Untuk diketahui, Pemkot Cilegon sedang mendandani bagian wajah kantor Walikota.
Biaya renovasi bagian luar kantor walikota tersebut menelan biaya sebesar Rp1,4 miliar. (Bayu Mulyana)











