Shockbreaker merupakan komponen yang bentuknya tabung dan di sinilah guncangan dari spring akan diredam sehingga tidak muncul efek rolling. Secara umum, pada saat ban motor melewati area jalan yang tidak rata maka guncangan akan diredam oleh shockbreaker.
Redaman yang didapatkan ini akan disesuaikan dengan dimensi tabung, panjang dari pipa teleskopik dan juga volume oli. Oleh karena itulah takaran oli shock depan harus pas supaya motor tetap bisa stabil di jalanan jelek baik lurus atau menikung.
Lalu apa saja dampak yang muncul jika ternyata ukuran oli shock depan yang diberikan tidak sesuai?
Pertama, jika jumlah oli yang diberikan berlebih atau lebih banyak dari takaran, maka akan membuat shockbreaker semakin rigid.
Rigid artinya daya redam yang didapatkan semakin keras sehingga motor bagian depan akan terasa sangat keras. Kedua, jika jumlah oli di bawah ambang batas yang telah ditentukan atau kurang maka motor akan terasa limbung.
Khususnya ketika Anda sedang melewati jalanan yang menikung atau akan bermanuver. Efek limbung ini hampir mirip ketika ban motor kempes, artinya oli shock kurang dari batas yang ditentukan dan perlu diisi kembali.
Artinya pada saat Anda berencana mengisi ulang, perhatikan kembali berapa takaran oli shock depan sesuai dengan jenis motor.
Shock Depan Motor
Memperhatikan bagaimana takaran yang tepat pada saat ganti oli shock adalah salah satu perawatan yang harus dilakukan pemilik kendaraan. Pada saat stang motor terasa bergetar dan terasa limbung pada saat Anda bermanuver, bisa jadi tanda utama oli harus diganti.
Selain itu Anda juga harus memperhatikan apakah terjadi kebocoran. Bocornya shockbreaker akan mengurangi oli di dalamnya. Kebocoran paling sering terjadi karena bagian seal shock yang sudah mulai rusak.
Apabila seal rusak, Anda harus mengganti seal dengan yang baru dan mengisi oli shock sesuai dengan standar dari masing-masing motor Suzuki. Apalagi yang harus Anda lakukan dalam merawat shockbreaker motor? Berikut ini tipsnya.











