4. Pastikan Izin Jual Produk
Sebelum mengonsumsi suplemen tertentu, Anda bisa memeriksa apakah produk suplemen tersebut telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Obat, suplemen vitamin, atau produk yang tidak terdaftar di BPOM merupakan obat yang tidak mendapat izin layak jual atau konsumsi, sehingga belum tentu aman untuk dikonsumsi.
Waspadai suplemen yang memberikan promosi berlebihan atau menggunakan istilah yang terlalu menarik seperti “garansi uang kembali” atau “100% alami”.
Jangan pula mudah tergoda dengan produk suplemen yang mengklaim dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit atau melangsingkan dengan cepat.
Suplemen vitamin yang baik seharusnya ditujukan untuk menangani masalah spesifik dan tidak menjanjikan hasil secara berlebihan.
Suplemen tersedia dalam berbagai bentuk tablet, kapsul, bubuk, atau cairan. Perbedaan bentuk ini menentukan berapa kadar vitamin yang dapat diserap tubuh dan seberapa cepat efek kerja suplemen vitamin tersebut. Biasanya suplemen dalam bentuk cairan akan lebih cepat diserap tubuh daripada yang bentuknya pil.
Selain itu, perbedaan bentuk suplemen juga tergantung pada jenis vitaminnya. Beberapa suplemen vitamin hanya tersedia dalam bentuk pil, karena jika tidak, dapat membahayakan dan berpengaruh pada asam lambung.
Oleh karena itu, tanyakan kepada dokter tentang jenis suplemen yang tepat untuk Anda.(alodokter.com/alt)











