Sedangkan Bowo waktu itu cuma pengangguran, hanya punya modal nikah pas-pasan. Sedangkan keluarga Lela ingin pesta meriah. “Kalau enggak kuat-kuat mah sudah batal mungkin nikah sama Kang Bowo,” ungkapnya.
Namun berkat kegigihan keduanya, mereka pun direstu meski dengan pesta sederhana. Hanya mengundang saudara dan tetangga. Lela dan Bowo memulai hidup baru dengan menumpang di rumah keluarga Lela.
Keseharian mereka awalnya penuh ketegangan karena keluarga Lela kurang senang dengan Bowo. Tapi situasi itu perlahan hilang setelah mereka dikaruniai buah hati.
Saat itu perekonomian mereka mulai lancar, Bowo juga mulai jualan sayuran di pasar berkat bantuan modal dari teman. Tiga tahun kemudian mereka sudah bisa mencicil rumah.
Sejak itulah keduanya mulai hidup mandiri dan menjalani keseharian penuh kebahagiaan, kebutuhan sehari-hari tercukupi, bahkan mampu membeli kendaraan pribadi.











