CILOGRANG – Puluhan kepala keluarga (KK) di Desa Cibareno mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Warga berharap, pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
Mantan Kepala Desa Cibareno, Kecamatan Cilograng, Rustandi menyatakan, krisis air bersih terjadi di Kampung Gunungtumpang dan Cikarang. Jumlah warga yang terdampak kekeringan kurang lebih sebanyak 90 KK. Untuk itu, dirinya inisiatif memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat di dua kampung tersebut.
“Ada dua kampung di Cibareno yang terdampak kekeringan. Sudah hampir dua bulan tidak turun hujan, sehingga sumur warga kering dan mereka kesulitan air bersih sejak seminggu terakhir,” kata Rustandi kepada Radar Banten, Minggu (10/10).
Warga Cikarang dan Gunungtumpang harus ke sungai Cibareno untuk mengambil air. Jaraknya lebih dari satu kilometer. Tapi, untuk kebutuhan memasak dan keperluan lain di dapur, masyarakat harus membeli air isi ulang. Sehingga, mereka harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli air galon.
“Bantuan air bersih yang saya distribusikan, untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih. Ke depan, saya berharap ada bantuan dari Pemkab Lebak untuk meringankan beban masyarakat di Cibareno,” ungkapnya.(Mastur)











