Sudah dua bulan Loli (36) nama samaran, nangis karena sikap suami, sebut saja Didin (38) yang suka curiga dan cemburuan. Hal itu disebabkan ada tetangga baru yang tak lain mantan Loli, sebut saja Rian (36). Astaga.
Ditemui di kediamannya di salah satu perumahan di Kecamatan Kibin, Selasa (12/10) siang, Loli tak menolak berbagi kisahnya kepada pembaca. Ia berharap dengan curhat perasaannya sedikit tenang dan tidak stres.
Kata Loli, hampir setiap hari, setiap pulang kerja, suaminya selalu menginterogasi dengan pertanyaan-pertanyaan soal aktivitas keseharian Loli. “Menjurusnya ke arah kecurigaan dia, takut saya ada macem-macem sama mantan, padahal saya seharian di rumah aja, mantan saya juga kerja,” kata Loli kesal.
Maklumlah, sebelum nikah dengan Didin, Loli pernah pacaran dengan Rian selama tiga tahun. Mereka putus karena tak kunjung mendapat kepastian, makanya Didin yang sudah siap lahir batin langsung tancap gas dengan mengajak Loli ke pelaminan.
Rian saat itu posisinya masih pengangguran, sedangkan Didin sudah bekerja dan punya rumah. Ya meski masih nyicil, tapi setidaknya bisa mandiri dan bertanggungjawab bagi hidup Loli.
Hubungan Loli dan Didin direstui kedua orangtua. Mereka saling mencinta meski kata orang, Loli yang cantik jelita dengan kulit putih merona, bisa mendapatkan lelaki yang jauh lebih tampan dari Didin. “Kang Didin emang kalah ganteng dari Rian, tapi mereka sama-sama baik kok,” katanya.
Keduanya pun menikah dan menyisakan Rian yang masih menjomblo. Di hari bahagia mereka Rian tak datang, tapi Loli tak peduli, baginya, sosok Didin sudah membuatnya bahagia selamanya.
Rumah tangga mereka awalnya berjalan lancar, apalagi mereka sudah tinggal di rumah pribadi. Membuat keduanya bisa langsung belajar hidup mandiri. “Belajar ngurus suami, masak, nyapu ngepel, nyuci,” katanya.
Mereka juga sering jalan-jalan, menambah keharmonisan dan kebahagiaan. Tapi setelah dua tahun berumah tangga, mereka belum dikaruniai momongan.
Hal itulah yang membuat Didin sikapnya tak lagi seharmonis dulu. Kondisi itu membuat Loli merasa tertekan, kendati demikian, mereka masih terus berusaha sabar dan ikhlas.
Tapi, keadaan makin parah saat Rian membeli rumah di perumahan yang sama dengan mereka. Jaraknya tak jauh, hanya lima rumah dari rumah mereka alias tetanggan.
Mengetahui itu, sikap Didin makin menjadi-jadi. Malah ia berencana memasang CCTV supaya bisa mengintai gerak-gerik Loli saat ia tak ada di rumah. “Pokoknya kita ribut terus setiap hari,” katanya.
Loli tak berdaya, ia hanya bisa bersabar atas sikap suaminya. “Pusing, makanya pengin curhat, tiap hari saya nahan emosi terus, capek,” keluhnya. Ya ampun, sabar ya Teh. (drp/air)











