LEBAK- Sebanyak 16 rumah dan satu unit lumbung padi milik warga Baduy luar tepatnya di Kampung Cihuni, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, ludes terbakar, Rabu (13/10) sekira pukul 13.30 WIB. Warga dan relawan BPBD maupun TNI/Polri kesulitan menjinakan si jaguh merah yang berasal dari rumah Heri alias Ado karena terbentur minimnya pasokan air.
Belum diketahui secara pasti penyebab musibah kebakaran tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp820 juta.
“Setelah kita data ulang, by name by address, laporan awal direvisi, jadi 16 rumah 1 leuit. Dihuni 24 KK, 84 jiwa. Alhamdulilah tidak ada korban jiwa,” kata kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama saat dihubungi Radar Banten.
Dia mengatakan, kebakaran berawal dari rumah milik Heri alias Ado yang saat itu tengah ditinggal keladang untuk bercocok tanam.
“Informasinya kebakaran berawal dari rumah Heri yang ditinggal ke Huma. Api dengan cepat menjalar ke seluruh rumah. Selanjutnya menjalar ke rumah terdekat karena memang rumahnya panggung (hatep) yang mudah terbakar,” katanya.
Ditanya mengenai penyebab kebakaran yang berasal dari rumah Heri, Febby mengaku belum mengetahui penyebab kebakaran.
“Masih dalam penyeleidikan pihak kepokisian. Namun akibat kebakaran itu kerugian ditaksir mencapai Rp820 juta,” katanya.
Dalam upaya membantu korban kebakaran, kata Febby pihaknya telah mendirikan satu unit tenda darurat dipengungsian berikut dengan makanam pokok untuk dapur umum.
“Kita dirikan tenda darurat berikut logistik kedaruratan di sana,” tukasnya.(nce)











