LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi III DPRD Kabupaten Lebak berkomitmen mendorong peningkatan alokasi anggaran untuk perbaikan ruang kelas sekolah dasar (SD) yang mengalami kerusakan, meskipun kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak masih terbatas.
Pada APBD Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Pendidikan (Dindik) mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,4 miliar untuk merehabilitasi 70 ruang kelas di 19 sekolah dasar.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, Regen Abdul Aris, mengatakan kebutuhan rehabilitasi ruang kelas di Kabupaten Lebak masih sangat besar.
Karena itu, DPRD akan terus mengupayakan penambahan anggaran agar perbaikan sarana pendidikan dapat dilakukan secara bertahap.
“Meskipun anggaran APBD Kabupaten Lebak masih terbatas, DPRD akan terus mendorong peningkatan anggaran untuk memperbaiki ruang kelas sekolah dasar yang rusak. Pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi prioritas,” ujar Regen Abdul Aris, Sabtu 1 Agustus 2026.
Upaya tersebut dinilai penting mengingat masih banyak ruang belajar yang belum layak digunakan, sementara kemampuan APBD Kabupaten Lebak masih terbatas.
Dengan kondisi tersebut, DPRD berharap peningkatan anggaran pada tahun-tahun mendatang dapat mempercepat rehabilitasi ruang kelas sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman bagi para siswa maupun tenaga pendidik.
“Kami akan terus mengawal kebijakan penganggaran agar alokasi dana untuk sektor pendidikan dapat ditingkatkan pada pembahasan APBD tahun-tahun berikutnya,” ujar politisi PPP ini.
Selain mengoptimalkan kemampuan APBD, DPRD juga mendorong pemerintah daerah untuk memperjuangkan bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi guna mempercepat rehabilitasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan.
“Dengan tersedianya fasilitas belajar yang layak, diharapkan proses pendidikan di Kabupaten Lebak dapat berjalan lebih optimal dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang,” tukasnya.
Editor Daru








