“Saya mengajak agar warga yang memang bisa donor untuk donor. Saya rutin donor dua bulan sekali. Donor itu sehat, karena mengganti darah kita dengan darah segar. Sebenarnya, bila donor rutin dilakukan dapat menjaga kebugaran dan kesehatan,” ungkapnya.
Dikatakannya, gedung baru UDD PMI Lebak tidak sekedar untuk melayani masyarakat yang akan berdonor. Tapi juga difungsikan untuk mengolah darah dari pendonor yang akan digunakan pasien di rumah sakit.
“Gedung baru UDD PMI ini dilengkapi sarana prasarana untuk pengolahan dan penyimpanan darah,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris UDD PMI Lebak Ade Sunandar mengatakan, fasilitas pendukung yang dimiliki UDD PMI Lebak, diantaranya ruang tunggu untuk pendonor dan keluarga pasien yang membutuhkan darah, ruang pemeriksaan kondisi tubuh, ruang pengambilan darah, laboratorium, dan kantin.
“Di gedung UDD yang baru ini juga akan menggunakan teknologi terbaru, salah satunya adalah mesin untuk mengidentifikasi infeksi penyakit menular lewat transfusi darah,” katanya.
Mahasiswa Universitas Mathlaul Anwar ini menambahkan, gedung UDD PMI ini ke depannya menjadi pusat pelayanan darah bagi masyarakat Kabupaten Lebak. Terpenting, dapat menjaga kualitas darah bagi pasien yang membutuhkan.
“Semoga dalam pelayanan pemenuhan darah bagi masyarakat dapat berjalan lebih baik dengan diresmikannya gedung baru ini,” tukasnya.(nce/tur)











