“Kita sering dikunjungi tamu dari luar daerah, kadang saya bingung mau kasih oleh-oleh apa? Nah, mumpung belum ada makanan khas Tangsel, ayo kita sama-sama mencari makanan khas Tangsel,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kabid Promosi Pengembangan dan Penguatan UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangsel, Anafrizal mengatakan, dalam diskusi tersebut akhirnya disepakati bahwa yang menjadi makanan khas Tangsel ialah pecak. Menurutnya, dirunut dari historinya, pecak merupakan makanan yang sudah lama di olah oleh masyarakat asli Tangsel.
“Pecak itu ada dari ikan ada juga dari belut. Nah masyarakat Tangsel sudah lama mengenal pecak,” ujarnya.
Menurut Anafrizal, setelah disepakati pecak sebagai makanan khas Tangsel, pihaknya akan menyosialisasikannya kepada pelaku UMKM dan masyarakat luas dan tidak menutup kemungkinan pelaku UMKM akan dimodalkan untuk mengelola pecak.
“Kita tiap tahun ada kegiatan bazar rakyat, kita coba salah satu kegiatannya mengusung tema pecak, dan kita dorong masyarakat untuk mengelola pecak. Nanti kita lihat perkembangannya, apakah populer dan diminati oleh masyarakat luas atau tidak,” tandasnya. (FUL/don)











