Iti optimistis, jalan tol yang dibangun dan dioperasikan PT Wika Serpan ini bakal mendongkrap kunjungan wisatawan lokal dan nasional. Apalagi, Lebak memiliki destinasi wisata unggulan yang telah dikenal hingga manca negara, seperti Baduy, Museum Multatuli, Sawarna, Bagedur, Kebun Teh Cikuya, dan tempat wisata lainnya.
“Kita juga akan kolaborasi untuk membangun dan membangkitkan usaha kecil menengah (UKM),” jelasnya.
Direktur PT Wika Serang Panimbang (WSP) Mulyana mengatakan jalan tol tersebut digratiskan selama 14 hari sambil menunggu tarif resmi yang belum keluar.
“Ini kami saat ini sedang proses menunggu tarif. Insya Allah dalam waktu dekat bisa keluar, dua mingguan (gratis),” kata Mulyana di Gerbang Tol Rangkasbitung.
Kehadiran jalan tol Serpan ini disebut mampu memangkas waktu perjalanan antara Serang-Rangkasbitung dari sebelumnya sekitar satu jam menjadi 15-20 menit saja. Usai seksi 1 diresmikan, Mulyana mengatakan pihaknya saat ini tengah melaksanakan pembangunan konstruksi jalan tol seksi 2 hingga ke Cileles. Progres pembangunan tol seksi dua sudah mencapai 13 persen, sedangkan seksi 3 baru akan dimulai pembangunannya Januari 2022.
“Insya Allah 2023 nanti kita bisa menuntaskan pembangunan jalan tol hingga ke Panimbang,” tukasnya. (tur/air)











