“Saya belum mendapat data yang pasti, tapi dari informasi yang saya terima mungkin kami angkanya minim, dua puluhan. Dan alhamdulillah, hari ini khususnya di Ciputat yang orangtuanya meninggal dan anaknya menjadi anak yatim kita beri santunan,” ungkapnya.
Cartam menjelaskan bahwa masing-masing cabang PGRI sudah memikirkan jika ada kesulitan bagi anak-anak yatim yang orangtuanya berprofesi sebagai guru dan meninggal karena Covid, di sekolah-sekolah PGRI akan memberikan potongan biaya pendidikan hingga 50 persen bahkan gratis.
“Kalau di sekolah negeri saya rasa tidak kesulitan karena non biaya. Tapi kami dari yayasan pendidikan PGRI, bisa memberikan sampai gratis untuk anak guru,” ujar Cartam.
Cartam mengaku, PGRI belum bisa membantu anak-anak guru yang meninggal akibat Covid itu jika hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun begitu, ada kemungkinan PGRI melalui bidang keagamaan akan bermusyawarah membahas hal tersebut.
“Karena orangtua yang berprofesi guru itu kan PNS, itu mendapatkan pensiun. Jadi tidak terlalu berdampak,” pungkasnya. (FUL/don)











