PANDEGLANG – Anggota DPRD Pandeglang menyoroti hasil pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban tsunami di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur. Mereka kecewa karena lokasi pembangunan huntap berada di daerah yang rawan pergerakan tanah.
Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang Habibi Arafat mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan terkait adanya laporan tanah ambles yang terjadi di lokasi pembangunan huntap. Kejadian tersebut dipastikan akan merugikan masyarakat yang menjadi korban tsunami. Karena, jika fondasinya ambles maka konstruksi bangunan rumah akan rusak dan membahayakan keselamatan masyarakat setempat.
“Kalau tidak diperbaiki oleh pelaksana pembangunan huntap maka harus kita tegur. Karena kasihan masyarakat,” kata Habibi Arafat kepada Radar Banten, kemarin.
DPRD Pandeglang meminta PT Bongbong Karya Utama bertanggungjawab. Mereka harus segera memperbaiki fondasi dan bangunan yang ambles akibat diguyur hujan. Jika dibiarkan maka Dewan akan melaporkan masalah tersebut kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sehingga, pihak kontraktor dan pemerintah daerah akan ditegur langsung oleh pusat.
“Kalau tidak diperbaiki nanti kita sikat. Hargai aja dulu niat baik perusahaan karena saya dapat laporan katanya sedang diperbaiki,” ujarnya.











