Mereka sepakat untuk menjalin hubungan lebih serius, tak hanya itu, Dini juga sudah dilarang kluyuran lagi oleh orangtua dan fokus mengurus rumah tangga.
Saat itu Edoy bekerja sebagai buruh pabrik, rumah tangga mereka awalnya sih lancar-lancar saja. Tak ada keributan, mereka pun sering menunjukkan keharmonisan di depan keluarga.
Setahun kemudian, rumah tangga mereka belum juga dikaruniai keturunan. Di sisi lain, Edoy malah sering kelayaban nongkrong bareng teman-teman. Saat itulah keributan mulai sering terjadi. “Kalau saya pulang agak malem, dicurigain mulu,” keluhnya.
Apalagi setiap malam minggu, Edoy sering dihubungi teman-teman untuk kumpul bareng, mulai dari urusan silaturahmi, sampai membicarakan soal pekerjaan. “Tapi dilarang sama istri, kalau udah di rumah tuh sampe dikunciin pintu enggak boleh keluar,” ungkapnya.
Karena kesal, Edoy terpaksa kabur dari jendela agar tidak ketahuan Dini. Pulang tengah malam, Dini sudah siap dengan amukannya. “Tengah malem ngajakin ribut, ya udah cekcok sampe pagi,” tukas Edoy.
Kejadian itu terus berulang, omongan-omongan tak baik pun sering keluar dari mulut Dini yang membuat Edoy tak tahan. Akhirnya Dini minta cerai, Edoy pun mengiyakan. “Pusing-pusinglah, cerai aja biar kelar urusan,” Edoy mengakhiri kisah rumah tangganya. (drp/air)











