MASIH ADA KASUS KORUPSI
Klaim keberhasilan pembangunan tersebut mendapat sorotan tajam Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Asep Rahmatulloh. Menurutnya, klaim keberhasilan pembangunan tidak dapat diukur dari satu dua hal penanganan masalah. Seharusnya, kata dia, keberhasilan raihan WTP lima kali berturut-turut dibarengi juga dengan tidak adanya kasus korupsi yang mencuat. “Sebagai politisi saya pasti mengapresiasi apa yang sudah dilakukan dan dikerjakan oleh pemerintah. Tap. WH juga harusnya mengakui bahwa masih banyak kekurangan dalam memimpin Banten terutama dalam hal reformasi birokrasi dengan masih banyaknya korupsi. Seperti permasalahan korupsi hibah ponpes dan perkara korupsi lainnya,” ujarnya.
Menurut Asep, kalau hanya sebatas klaim saja, siapa pun Gubernurnya pasti bisa melakukan itu. “Jadi kalau hal yang diungkapkan WH itu, siapapun Gubernur nya pasti bisa. Karena keberhasilan pembangunan itu, harus sejalan dengan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” jelasnya.
Sorotan lain pun datang dari Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP), Uday Suhada. Menurutnya, WH boleh saja mengklaim merasa berhasil melakukan banyak hal selama kepemimpinannya. “Lihat fakta di lapangan atas klaim-klaim tersebut. Akui perubahan wajah Banten Lama, tapi pengelolaan buruk. Kemudian, rumah sakit delapan lantai, saya anggap belum berhasil karena belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena prestasi itu puncaknya layanan terbaik terhadap kesehatan masyarakat,” paparnya. (nna/air)











