Selain itu, pesona Baduy menjadi daya pikat tersendiri bagi penggowes, baik yang sudah sering mencoba ataupun yang baru pertama kali mengikuti TDB ini.
Interaksi dengan budaya Baduy, alamnya dan masyarakatnya terasa begitu indah dan kekeluargaan. Masyarakat Baduy sendiri hingga sekarang masih memegang teguh adat istiadat dan komitmen menjaga kelestarian alam.
Untuk itu, Kang Ola, Kang Dwi dan Kang Darman mengimbau kepada goweser, baik dari Serang, Cilegon, Banten dan daerah sekitarnya untuk segera mendaftar. Pendaftaran kepada panitia yang tercantum di brosur-brosur. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, panitia menyediakan penginapan bagi peserta berikut akomodasinya. Bagi peserta yang langsung balik pun dipersilakan.
Untuk lokasi start dan rutenya, hingga kini belum diketahui pasti. Tapi, selama ini biasa menempuh rute: Kota Serang – Alun-alun Rangkasbitung – Polsek Leuwidamar.
Dari Polsek Leuwidamar ada dua rute pilihan. Bisa melalui Cisimeut atau Bojong Menteng. Dua rute ini treknya sama-sama menantang. Hanya jaraknya lebih dekat lewat Bojong Menteng.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Radar Banten selalu mendukung pelaksanaan TDB. “Kami selalu mendukung dan mensupport pelaksanaan TDB. Ini untuk membangkitkan olahraga dan pariwisata Banten. Kami bangga SCAM yang konsisten dan rutin mempromosikan Baduy melalui event TDB,” kata M Widodo, sesepuh gowes dari Radar Banten. (*)











