RADARBANTEN.CO.ID — Bagi yang siap terima tantangan, Unifikasi komunitas/klub sepeda Serang Cilegon Anyer Merak (SCAM) kembali menggelar even tahunan Tour de Baduy (TDB) pada 27-28 Mei 2023 mendatang. Kali ini merupakan TDB yang ke 8 (delapan).
Ini adalah even paling menantang, sekaligus ajang uji nyali bagi para goweser senior Banten dan sekitarnya. Jarak atau rutenya yang cukup jauh dan 1/3 trek terakhir merupakan tanjakan dan turunan bervariatif cukup menguras tenaga serta emosi.
Kata pendiri SCAM, Kang Ola, berbeda dengan tahun 2022, dimana TDB ke 7 digelar menjelang Seba Baduy, yaitu pada 29-30 Januari. Namun, pada tahun 2023, TDB digelar sesudah Seba Baduy sekaligus sesudah Hari Raya Lebaran Idul Fitri 1444 H/2023 M.
Sehingga momen TDB ke 8 sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan halal bihalal para penggowes Banten dan Jabodetabek, yang selama ini selalu rutin berperan.
Adapun even SCAM yang selalu didukung Radar Banten ini, star dari Pendopo Pemkab Serang dan finish di kawasan Baduy Luar dengan jarak sekitar 84 kilometer.
Kang Ola menambahkan, TDB ke 8 tahun 2023, dibagi menjadi 4 (empat) etafe. Etafe pertama Pendopo Pemkab Serang – Alun-alun Rangkasbitung (istirahat, disediakan minum dan cemilan).
Etafe kedua adalah Alun-alun Rangkasbitung – Mapolsek Leuwidamar (Isoma). Etafe 1 dan 2, treknya berupa jalan aspal mulus dan datar.
Dan etafe ketiga adalah Mapolsek Leuwidamar – Terminal Ciboleger (istirahat dan shalat ashar). Bagi peserta yang sudah pernah ikut TDB, trek ini mulai menantang. Beberapa ruas jalan terdapat tanjakan panjang, hanya saja tidak terlalu ekstrem. “Tapi menguras tenaga, apalagi sampai di sini biasanya pas waktu shalat dzuhur,” kata Suharno, penggowes asal Safira Cycling Club (SCC).

Foto: Dok. SCC/Safira —
Sedangkan etafe keempat/terakhir dari Terminal Ciboleger menuju ke Perkampungan Baduy Luar untuk menitipkan sepeda. Trek/jalannya berupa makadam. Setelah itu malam harinya diisi acara bebas dan istirahat.
Yang harus diperhatikan oleh peserta, rute dari Mapolsek Leuwidamar menuju Terminal Ciboleger adalah selepas Mapolsek belok ke kanan, tidak lurus.
Beberapa kilometer kemudian sampai di Simpang 3 Baduy/Simpang 3 Bojongmanik ke kiri/Jalan Raya Ciboleger.
Dari Simpang 3 Bojongmanik menuju Terminal Ciboleger inilah, tantangan TDB sesungguhnya. Jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer ini bervariatif. Naik dan turun cukup menguras tenaga.
Apalagi sampai di ruas jalan ini, seperti pelaksanaan TDB sebelumnya sekitar pukul 13.00 – 14.00 yang mana sinar matahari tengah terik-teriknya.
Di sepanjang ruas jalan inilah, biasanya banyak peserta yang beristirahat, karena memang treknya benar-benar menguras tenaga.
Bahkan, bagi peserta yang sudah tidak sanggup melanjutkan perjalanan, memilih me-loading sepedanya ke mobil.
Namun, semua tantangan dan panas terik matahari langsung terbayar lunas begitu finish di perkampungan Baduy Luar. Udara sejuk, rimbunnya pepohonan, serta keasrian alam Baduy yang menyatu padu dengan masyarakatnya seketika menghilangkan rasa lelah dan capek.
Panitia, menurut Kang Darman, menargetkan peserta sejumlah 300 – 700 orang dari berbagai komunitas di Banten, Jabodetabek, Lampung dan Bandung.
Tahun lalu, tim RBCC (Radar Banten Cycling Club), SCC, TGP, Gagas, dan komunitas lainnya turut meramaikan even TDB #7.
Bagi para penggowes yang ingin ikut TDB #8 bisa langsung mendaftar kepada panitia. Bagi yang akan menginap tiketnya sebesar Rp 375 ribu dan bagi yang tidak menginap sebesar Rp 250 ribu.
Panitia yang dapat dihubungi adalah Darman (+62 878-9923-9325), Kang Ola (+62 812-9634-529) dan Prayuda (081298290424)
Penulis/ Editor: M Widodo











