Ati merinci, pasien Covid-19 yang paling banyak dirawat berada di Kota Tangsel sebanyak 897 pasien, selanjutnya Kota Tangerang 787 pasien, Kabupaten Tangerang 602 pasien. Sisanya tersebar di lima kabupaten/kota.
“Sejak kasus Omicron ditemukan di Jakarta, kasus harian Covid-19 mulai pertengahan Januari melonjak menjadi 300 kasus per harinya,” tegasnya.
Masih dikatakan Ati, Covid-19 varian omicron di dalam sisi penyebarannya begitu luar biasa cepat, meskipun varian ini belum terbukti keganasannya karena beberapa orang yang terkena varian ini hanya mengalami gejala ringan.
“Namun karena sebarannya sangat cepat dibandingkan varian lainnya, tentunya kita perlu waspada dan antisipasi lagi. Karena dikhawatirkan jika ini terjadi dan dibiarkan maka akan timbul lonjakan kasus gelombang ketiga yang tidak kita harapkan sejak adanya lonjakan kasus gelombang kedua kemarin,” bebernya.
Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan, Pemprov Banten waspada terhadap penyebaran Covid-19 varian Omicron, sehingga Satgas terus kampanyekan dan gencarkan pelaksaanaan protokol kesehatan dan peningkatan cakupan vaksinasi kepada masyarakat. Di mana untuk yang baru pulang dari luar negeri terlebihdahulu akan melalui proses karantina 10-14 hari.
“Untuk karantina pasien Covid-19 varian Omicron saat ini masih terkonsentrasi di RS dan Wisma Atlet sesuai arahan Pemerintah Pusat. Meski demikian, untuk pasien dengan varian covid lainnya ditempatkan pada rumah-rumah singgah di Provinsi Banten yang saat ini kita aktifkan kembali,” kata Wahidin akhir pekan kemarin.











