Dengan demikian, Airlangga juga memandang, kebijakan gas dan rem yang dilakukan pemerintah berjalan secara harmonis.
“Kebijakan stimulus fiskal terhadp sektor otomotif dan properti terbukti mendorong multipliereffect dari segi produksi dan dari sisi konsumsi,” tegas Ketua Umum Partai Golkar ini.
Airlangga menambahkan, Vaksinasi dosis pertama 69.02 dari total populasi atau 89,55 pct dari target, Sedangkan dosis kedua 48.47 pct dari total populasi atau 62,89 pct dari target, Jumlah total yang telah disuntikan sejumlah lebih dari 322 juta dosis.
“Menambah kepercayaan masyarakat untuk beraktifitas dengan menekankan kedisiplinan protokol kesehatan,” papar Airlangga.
Airlangga pun memastikan, pemerintah akan menjaga momentum pencapaian positif ini agar pertumbuhan ekonomi di kuartal I semakin baik.
“Pemerintah melihat momentum ini untuk terus dijaga di kuartal 1 tahun 2022 yang tahun lalu tumbuh negatif 0.7 persen agar di kuartal I dapat dijaga dilevel yang sama dengan kuartal IV, ” pungks Airlangga.
Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 sebesar 3,69%. Sedangkan secara kuartalan tumbuh 1,06%.











