4 REKOMENDASI OMBUDSMAN
Keresahan akan kelangkaan minyak goreng menjadi perhatian Ombudsman RI Perwakilan Banten. Ombudsman meminta Pemprov Banten dan Pemkab/Pemkot se-Banten lebih serius menyikapi kelangkaan minyak goreng, yang membuat masyarakat Banten resah.
Menurut Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten, Dedy Irsan, hasil pantauan Ombudsman terkait ketersediaan dan harga minyak goreng di lapangan sudah sangat kritis, sehingga butuh penanganan cepat. “Temuan kami di lapangan, seluruh retail modern dan toko tradisional mengaku belum pernah didatangi oleh instansi pemerintah untuk melakukan pemeriksaan stok minyak goreng,” kata Dedy kepada Radar Banten, kemarin.
Atas temuan itu, kata Dedy, Ombudsman memberikan catatan dan rekomendasi kepada Pemprov dan Pemkab/Pemkot se- Banten. Pertama, Pemerintah Daerah harus serius bergerak melakukan langkah langkah antisipasi terhadap kelangkaan minyak goreng yang masih terjadi saat ini, sebab kalaupun barangnya ada harganya masih banyak diatas Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Kedua, meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan komunikasi dengan para pengusaha minyak goreng agar dapat mengatasi kelangkaan minyak goreng saat ini. Ketiga, pemerintah Daerah diminta melakukan operasi pasar secara masif agar persoalan terkait ketersediaan, distribusi dan harga minyak goreng ini dapat teratasi dengan baik. Keempat, Ombudsman mendukung langkah langkah yang dilakukan aparat penegak hukum untuk terus mengungkap aksi-aksi dugaan penimbunan minyak goreng.
“Kami tentu mengapresiasi kepada Polres Serang Kota yang membongkar kasus dugaan penimbunan minyak goreng, dan meminta agar para pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Sebelumnya, Tim Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten Eni Nuraeni, Zainal Muttaqin, Adam Sutisnawinata dan tim lainnya melakukan pemantauan ketersediaan dan harga minyak goreng di beberapa lokasi, diantaranya Pasar Induk Rau (Pasar Tradisional), Hypermart MoS (Pasar Moderen), 1 Alfa Mart 2 Indomaret (3 ritel modern), dan 3 warung/klontong (Toko Tradisional).
Dari hasil pemantauan tersebut ditemukan bahwa harga jual minyak per/liter di Pasar Rau berkisar Rp17.000-18.000/liter. Pedagang memperoleh pasokan dari agen dengan harga beli sekitar Rp. 175.000/karton atau Rp.14.500/liter. Di toko ritel modern tidak tersedia stok karena selalu habis dalam hitungan jam. Lalu pengiriman barang dilakukan setiap 2 hari sekali dengan pasokan rata-rata 6 karton atau sekitar 36 pcs, padahal hari biasa pasokan bisa mencapai 30 karton (180 pcs). (fam-fdr-mg01-bud-den/air)











