PANDEGLANG – Sering terkena banjir, warga minta Pemkab Pandeglang memfasilitasi normalisasi sungai. Yakni, Sungai Ciliman, Cilemer, dan beberapa sungai lainnya agar tidak sering terjadi banjir.
Banjir yang sering melanda beberapa wilayah di Pandeglang itu disebabkan terjadinya pendangkalan di semua aliran sungai sehingga tidak mampu menampung debit air.
Irwansyah, warga Kecamatan Pagelaran, mengatakan, banjir kerap melanda wilayahnya ketika musim hujan datang. Kondisi itu terjadi hampir setiap tahun dan belum ada solusinya. “Kami ingin normalisasi agar tidak kebanjiran lagi,” katanya.
Suherman, warga Kecamatan Patia, mengatakan, pendangkalan Sungai Ciliman dan Cilemer sudah lama terjadi namun sampai saat ini belum ada tindakan normalisasi. “Udah lama. Makanya kalau hujan lebat, air pasti naik ke rumah warga,,” katanya.
Bupati Irna Narulita mengakui adanya pendangkalan di sepanjang aliran Sungai Ciliman dan Cilemer. Hal itu menyebabkan meluapnya air sungai jika terjadi curah hujan tinggi. Oleh sebab itu, dia akan meminta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) agar segera menormalisasi aliran Sungai Ciliman dan Cilemer. “Saya mohon bantuan dari kepala balai agar segera menormalisasi Ciliman dan Cilimer karena untuk sungai kewenangannya ada di pemerintah pusat,” katanya.
Menurut Irna, BBWSC3 mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai. Salah satunya melakukan normalisasi agar tidak terjadi banjir. “Dengan adanya normalisasi dapat meminimalisir terjadinya banjir karena sudah tidak ada lagi pendangkalan, sehingga masyarakat kami bisa lebih nyaman tinggal di sini,” katanya.
Camat Patia Entus Maksudi mengatakan, hingga Sabtu (5/3/2022) pagi, masih ada lima desa yang terendam banjir di wilayahnya. “Yang paling parah itu ada tiga desa yaitu Idaman, Surianen, dan Babakan Ciawi,” katanya.(Adib)











