SERANG – Seekor anak ular sanca kembang masuk ke rumah warga di perumahan Sukawana Asri, Kecamatan Curug, Kota Serang.
Chaerul Syahroni, pemilik rumah, mengaku kaget lantaran tadi malam sekira pukul 23.00 WIB ada anak ular sanca di dalam rumahnya, Blok I.
Mengetahui ular sanca kembang tidak berbisa, ia pun langsung menangkap dan memasukannya ke dalam karung.
Khawatir masih ada anak ular sanca lainnya di sekitar perumahan, ia langsung memberikan informasi kepada warga lainnya dengan mengunggah video anak ular sanca yang ia tangkap ke WAG warga kompleks.
“Kami menemukan satu ekor anak ular sanca kembang masuk rumah,” beber Syahroni, Senin (7/3/2022).
Warga perumahan langsung merespons temuan anak sanca kembang di rumah Syahroni. Lantaran saat ditemukan, anak ular tersebut sudah berada di dalam rumah.
“Anak ular sanca kembang ditemukan di dalam rumah,” tegas Syahroni memastikan.
Berdasarkan saran para tetangga, anak ular sanca yang ditangkap Syahroni akan diserahkan ke pihak berwenang, untuk dikembalikan ke tempat yang semestinya yang jauh dari warga.
Menyikapi temuan ular sanca yang masuk kawasan permukiman warga, Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana meminta warga tidak panik. Menurutnya, di musim penghujan ular sering masuk lingkungan manusia karena sarang dan lubang persembunyiannya dipenuhi air.
“Karena saat hujan banyak lubang-lubang sembunyi ular kemasukan air, jadi mereka berpindah cari lokasi yang lebih kering,” ungkapnya.
Berdasarkan data BPBD Banten saat melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di semua perumahan yang ada di Kota Serang, mayoritas perumahan dibangun di atas lahan yang dulunya perkebunan, hutan atau area persawahan.
“Agar ular tidak masuk ke dalam rumah, harus dipastikan tidak ada celah pintu yang bisa dimasukin ular,” sarannya.
Selain itu, Nana juga meminta warga melaksanakan gotong royong untuk membersihkan lingkunganya masing-masing. Sebab musim penghujan rumput liar cepat tumbuh.
“Kami juga menyarankan agar lingkungan dibersihkan, jangan ada batu-batu yang bisa dipakai untuk bersarang ular. Sebagai langkah pencegahan, sebaiknya pekarangan rumah diberikan kapur barus dan wangi-wangian yang tidak disukai ular,” pungkasnya.
Reporter : Deni Saprowi
Editor : Aas Arbi











