Namun, kebijakan baru ini juga harus diikuti dengan meningkatnya masyarakat yang mengikuti vaksin lengkap dan penyesuian masa pandemi ke endemi.
“Kita sangat bersyukur dengan kebijakan baru ini. Kita optimis sebelum Ramadan dan liburan Lebaran Idul Fitri akan rame lagi,” katanya.
Diakui Widiasmanto sementara ini pemesanan atau booking hotel belum tinggi. Akan tetapi mendekati wakt Ramadan besar kemungkinan akan naik.
“Kelebihan kita (Pandeglang-red) selain banyak destinasi. Jarak dengan Ibu Kota relatif dekat di tambah dengan sudah di operasikannya jalan Tol Serang-Rangkasbitung,” katanya.
Kata Widiasmanto, memasuki awal tahun 2022, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pandeglang turun drastis di setiap libur akhir pekannya. Rata-rata jumlah kunjungan wisatawan yang menginap di hotel dan restoran Kabupaten Pandeglang berada di bawah 30 persen.
“Kalau lagi normal, hari libur weekend (akhir pekan-red) biasanya sampai 90 persen. Semua kamar hotel hampir penuh,” katanya.
Misalnya, di Resort Tanjung Lesung ketika kondisi normal rata-rata kunjungan yang bermalam bisa 3 ribu orang per bulan. Dengan besaran omset di atas Rp2 miliar per bulan.
“Ya semoga saja bisa kembali normal. Dan kasus Covid-19 tidak lagi mengalami peningkatan,” katanya.
Reporter : Purnama
Editor : Merwanda











